Find and Follow Us

Kamis, 23 Mei 2019 | 03:13 WIB

Gas Dari Sakakemang untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 2 Maret 2019 | 04:04 WIB
Gas Dari Sakakemang untuk Kebutuhan Dalam Negeri
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan, gas yang dihasilkan dari Wilayah Kerja (WK) Sakakemang, Sumetera Selatan diperioritaskan untuk penuhi kebutuhan dalam negeri.

"Untuk dalam negeri (pasokan gasnya)," kata Arcandra, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Menurut Arcandra, pasokan gas untuk dalam negeri tidak akan berlebih. Nah, untuk infrastruktur penyaluran gasnya akan memanfaatkan yang sudah dioperasikan.

"Nggak akan lebih. Kita dalam kebutuhan untuk negeri. Infrasturkur bisa digunakan sekitarnya," kata dia.

Sebelumnya Arcandra berharap blok Migas Sakakemang, Banyuasin, Sumatera Selatan yang diketamukan oleh Repsol, Petronas dan Mitsui Oil Exploration Co. Ltd bisa segera berproduksi.

Menurut Arcandra, Repsol memberikan janji blok itu akan mulai berproduksi lima tahun kedepan. Namun, bila Repsol dan yang lain serius maka kurang dari lima tahun blok itu sudah bisa berproduksi.

"Dijanjikan (Repsol) lima tahun lagi (bisa prosuksi). (Tapi) Dicoba lebih cepat lagi. Semoga bisa kebih cepat dari lima tahun," kata Archandra.

Arcandra mengamini produksi dari blok Sakakemang ini akan menambah jumlah produksi dalam negeri. Namun, Arcandra belum bisa berspekulasi soal jumlahnya. Itu baru bisa diketahui setelah produksi dilakukan.

"Iya nambah (produksi dalam negeri). (Untuk jumlah) nanti," kata dia.

Hal senada disampaikan Kelapa SKK Migas Dwi Soetjipto. Dia optimis blok Sakakemang bisa cepat berproduksi. "Mudah-mudahan dua tahun sudah mulai (produksi)," kata dia.

Adapun potensi cadangan ini ditemukan setelah dilakukan pengeboran oleh Repsol di sumur Kaliberau Dalam 2X (KBD2X) pada tanggal 20 Agustus 2018 dengan target fractured basement. Lokasi sumur berada sekitar 60 Km dari lapangan gas raksasa Suban.

Repsol membeli Talisman pada tahun 2015, WK Sakakemang menjadi salah satu aset yang ikut dibeli. Sejak itu Repsol mengakselerasi kegiatan eksplorasi dan pada tahun 2018 memutuskan untuk melakukan pengeboran ke 2 di dalam Wilayah Kerja Sakakemang.

Repsol masuk kembali ke Indonesia pada tahun 2009/2010 dengan fokus pada aset di indonesia timur dan melakukan 1 pengeboran eksplorasi dengan hasil dryhole, setelah itu repsol mengambil Talisman pada tahun 2015. Saat ini Repsol mengelola 4 wilayah kerja eksplorasi (East Jabung, Sakakemang, South East Jabung, Andaman 3), dan di 1 wilayah kerja produksi sebagai non operator partner.

Kontrak Sakakemang itu berlaku hingga 2040 maka keekonomian dari di blok tersebut masih cukup bagus. Untuk tahap selanjutnya, Repsol dijadwalkan akan melakukan pengeboran KBD-3X untuk memastikan potensi cadangan gas yang terkandung di sana.[jat]

Komentar

x