Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Maret 2019 | 10:16 WIB

IA CEPA Bikin Untung Berdagang dengan Australia

Senin, 4 Maret 2019 | 18:27 WIB

Berita Terkait

IA CEPA Bikin Untung Berdagang dengan Australia
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economy Partnership Agreement antara Indonesia dan Australia (IA-CEPA), bakal menghapuskan bea masuk seluruh produk Indonesia ke Australia.

"Hal ini merupakan hasil positif, karena berarti seluruh produk Indonesia yang masuk ke pasar Australia tidak dikenakan bea masuk," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Enggar menguraikan, produk-produk Indonesia yang berpotensi meningkatkan ekspor adalah produk otomotif, khususnya mobil listrik dan hibrid.

Beleid IA-CEPA, memberikan persyaratan kualifikasi konten lokal (QVC) yang lebih mudah untuk kendaraan listrik dan hibrid asal Indonesia dibandingkan negara lainnya. Hal ini membuat industri otomotif Indonesia lebih berdaya saing dalam mengekspor kendaraan listrik dan hibrid ke Australia.

Selain itu, produk-produk Indonesia yang berpotensi meningkat ekspornya yaitu kayu dan turunannya termasuk furnitur, tekstil dan produk tekstil, ban, alat komunikasi, obat-obatan, permesinan, dan peralatan elektronik.

"Untuk itu, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian telah bertemu dengan para produsen kendaraan, asosiasi, dan para pelaku usaha untuk dapat memanfaatkan peluang di pasar Australia tersebut. Kami berharap otomotif akan menjadi andalan ekspor RI di Australia," ujar mantan politisi Golkar yang lompat ke Nasdem ini.

Di sektor perdagangan jasa, Indonesia akan mendapatkan akses pasar perdagangan jasa di Australia, antara lain kenaikan kuota visa kerja dan liburan, yaitu dari 1.000 visa menjadi 4,100 visa di tahun pertama implementasi IA-CEPA dan akan meningkat 5% di tahun-tahun berikutnya.

Selain itu, Indonesia juga akan mendapatkan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia seperti program magang yang dibuat berdasarkan kebutuhan sektor industri dan ekonomi Indonesia yang berkaitan langsung dengan investasi Australia di sektor pendidikan kejuruan.

Program ini menyediakan 200 visa maganguntuk sembilan sektor prioritas, yaitu pendidikan, pariwasata, telekomunikasi, pengembangan infrastruktur, kesehatan, energi, pertambangan, jasa keuangan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Selanjutnya, program pertukaran tenaga kerja antar perusahaan Indonesia-Australia melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) atau Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta peningkatan standar profesi Indonesia yang akan dimulai dengan adanya kesepakatan terkait pengakuan pada profesi teknisi dan insinyur. [tar]

Komentar

x