Find and Follow Us

Selasa, 24 September 2019 | 17:11 WIB

Merasa Diteror Fintech? Silahkan Lapor ke Jendela

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 8 Maret 2019 | 18:45 WIB
Merasa Diteror Fintech? Silahkan Lapor ke Jendela
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Maraknya perusahaan pinjaman online atau financial technology peer to peer lending (P2P) yang jelas melanggar privasi dengan mengakses data pribadi tanpa izin, bunga di luar kewajaran dan sebagainya, harus dihentikan.

Maka dari itu, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang baru diresmikan, mendesak kepada konsumen fintech untuk melapor jika meresa terganggu. Bisa melalui sebuah sistem bernama 'Jendela'. "Ini saluran untuk menyampaikan pengaduan atau ingin menanyakan informasi kejelasan terkait fintech lending di Indonesia," kata Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Nasabah yang ingin mengadu atau ingin mendapatkan informasi bisa melalui customer service melalui nomor telepon 150505 pada hari kerja Senin-Jumat dan jam kerja 08.00-17.00 WIB. Bisa juga melalui email pengaduan@afpi.or.id atau melalui websute www.afpi.or.id.

Adrian menjelaskan setiap aduan akan ditampung oleh Tim AFPI. Kemudian akan dipelajari paling lambat tiga hari setelah itu akan ada jawaban yang disampaikan ke nasabah.

Jika kasus yang diadukan terhadap anggota AFPI cukup berat atau mengandung pelanggaran, maka aduan itu akan diproses oleh sekretariat AFPI untuk diteruskan pemeriksaannya ke Komite Etik AFPI, jika terbukti bersalah hukuman terberat bagi fintech tersebut adalah dikeluarkan dari asosiasi. "Tapi kalau sesuai aturan berlaku di asosiasi maka dia bisa dikeluarkan dari asosiasi," katanya.

AFPI sendiri sudah menerapkan standarisasi dan juga sertifikasi terhadap anggotanya. Salah satunya terkait cara penagihan, yang mana diatur tidak boleh melakukan penyalahgunaan data nasabah dan kewajiban melaporkan prosedur penagihan.


Komentar

Embed Widget
x