Find and Follow Us

Senin, 19 Agustus 2019 | 03:20 WIB

Telat 21 Hari, Izin Ekspor Freeport Akhirnya Kelar

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 9 Maret 2019 | 01:29 WIB
Telat 21 Hari, Izin Ekspor Freeport Akhirnya Kelar
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Rekomendasi izin ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia akhirnya dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), meski terlambat 21 hari.

Di mana, rekomendasi izin ekspor perusahaan Amerika Serikat (AS) itu habis masa berlakunya pada 15 Februari 2019. "(Rekomendasi izin ekspor) sudah keluar hari ini," kata Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Sementara, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Yunus Saifulhak rekomendasi izin baru bisa dikeluarkan bukan kesalahan dari pihaknya. Melainkan dari Freeport itu sendiri. "Keterlambatan rekomendasi ekspor tersebut karena keterlambatan mereka/ perusahaan menyampaikan verifikasi kemajuan progres smelternya," ujar dia.

Yunus mengatakan, rekomendasi ini akan habis satu tahun kedepan. Atau 20 Maret 2020. "Kecuali ada perubahan yang lain, kalau dia bisa mengubah rencana kerjanya, mengubah proiduskinya meningkat," ujar dia.

Dia mengungkap, rekomendasi diberikan berdasarkan tiga hal. Yaitu based on cadangan, based on RKAB yang diajuan, dan based on kapasitas smelternya.

Menurut dia, dalam RKAB produksi PTFI saat ini hanya 1,3 juta ton atau menurun. Ini karena penambangan Freeport pindah dari atas ke bawah tanah. Dari 1,3 juta ton itu 1,1 juta untuk kebutuhan smeleter di PT Smelteing Gresik. "Sekitar 200 ribu ton itu untuk ekspor," kata dia. [ipe]

Komentar

x