Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Maret 2019 | 10:24 WIB

Jokowi Heran

Nafsu Investasinya Besar Realisasi Kurang

Selasa, 12 Maret 2019 | 18:30 WIB

Berita Terkait

Nafsu Investasinya Besar Realisasi Kurang
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Tangsel - Ternyata, minat investor untuk berbisnis di Indonesia, belum serius. Ya karena realisasinya masih secuil. Hal ini membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) galau.

masalah serius ini disampaikan Jokowi dalam acara Rakornas Investasi di ICE BSD, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Selasa (12/3/2019). Dia mengaku heran kenapa realisasi investasi minim sekali.
"Yang saya rasakan sehari-hari, investor berbondong ke kita. Saya juga sering menemukan. Tapi, tidak ada yang terealisasi, ini salahnya di mana? Di pusat, provinsi, kota atau kabupaten?," kata Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini mengaku masih mencari akar permasalahannya, "Saya akan kontrol betul mana yang salah. Investor datang ingin investasi tapi kenapa nggak menetas? ini pasti ada problemnya," jelas dia.

Dikatakan bahwa beberapa hal yang kemungkinan menjadi sandungan realisasi investasi masih terkait masalah klasik. Apalagi kalau bukan perizinan, pembebasan lahan.

Ke depan, kata Jokowi, para kepala daerah mulai level gubernur, bupati, dan wali kota bisa menyatukan visi dan misi guna mempercepat dan memudahkan terrealisasinya investasi. "Ini urusan besar, pak bupati dan pak wali kota. Karena kunci pertumbuhan ekonomi kita ada di dua tadi (investasi dan ekspor)," kata Jokowi.

Selanjutnya dia menyitir hasil survei United Nation pada 2018 yang menempatkan Indonesia sebagai destinasi investasi terbaik ke-empat di dunia. Survei itu dilakukan terhadap para bos perusahaan multinasional.

Belum lagi, Indonesia telah mendapatkan rating sebagai negara layak investasi oleh tiga lembaga pemeringkat, yaith S&P, Fitch Rating, dan Moodys.
"Ini modal besar, dua tadi, ratting-nya dan survei untuk CEO-CEO perusahaan multinasional mengatakan Indonesia adalah nomor empat paling menarik bagi investasi," kata Jokowi.[ipe]

Komentar

x