Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 03:11 WIB

Jokowi Ingin Nambah 2 Menteri, Ini Kata Ekonom

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 13 Maret 2019 | 08:09 WIB
Jokowi Ingin Nambah 2 Menteri, Ini Kata Ekonom
Ekonom Indef, Bhima Yudhistira

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom Indef, Bhima Yudhistira bilang, rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk dua kementerian baru terkait jebloknya neraca perdagangan, bisa jadi mubadzir.

Kata dia, perlu kajian mendalam terkait wacana pembentukan kementerian khusus investasi dan kementerian khusus ekspor. Apakah kementerian atau lembaga yang sudah ada tidak efektif, atau memang perlu digenjot lagi tanpa perlu pembentukan kementerian baru. Kalau memang perlu, perlu dipikirkan anggaran, kinerja serta target jangka pendek serta panjang.

Dalam hal ini, Bhima lebih percaya bahwa pembentukan kementerian baru bukanlah solusi. "BKPM kan sudah ada untuk urusan investasi. Bisa jadi, selama ini, ego sektoral antar kementerian lembaga masih kuat. Atau antara pusat dan daerah masih terjadi. Sehingga izin investasi, misalnya, seringkali dikeluhkan. Saya kira, pembentukan kementerian baru bukanlah jawaban," ujar Bhima, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Menurutnya, kementerian baru harus dikaji secara matang sebelum dilempar ke publik. "Usulan itu lebih baik dikaji matang sebelum dilempar ke publik. Jangan sampai semakin birokratis dan menyulitkan investor," tutupnya.

Era Jokowi, nilai importasi barang membubung tinggi. kenyataan ini meninggalkan masalah yang cukup serius. Yakni defisit neraca perdagangan. Dan pada tahun 2018 angkanya mencapai US$8,57 miliar, terbesar sepanjang sejarah Indonesia Merdeka. [ipe]

Komentar

x