Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 03:10 WIB

Tunda RDP Dirjen Minerba, Ada Apa Komisi VII DPR?

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 13 Maret 2019 | 18:00 WIB
Tunda RDP Dirjen Minerba, Ada Apa Komisi VII DPR?
Wakil Ketua Komisi VII DPR, Muhammad Nasir - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR, Muhammad Nasir menunda rapat dan meminta ratusan industri tambang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Padahal rapat pada Selasa sore (12/3/2019) baru berlangsung satu jam lebih dikit.

Awalnya, Nasir yang kader Demokrat ini, meminta data yang tidak bisa disediakan industri tambang dalam waktu singkat. Dia meminta laporan data untuk penimbunan tanah setelah tambang digali. "Terus ada yang buat reservoar air itu untuk apa di situ? Buat pariwisata, atau mandi hantu-hantu di sana? Tidak jelas, datanya tidak ada," kata Nasir dalam RDP di Gedung DPR/MPR.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot menerangkan bahwa reservoar air sudah berdasarkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). "Ya, itu untuk apa Pak Dirjen? Buat apa ada reservoar air di tengah hutan? Untuk mandi hantu?" kata Nasir.

Perdebatan terkait hal itu berlangsung sengit. Merasa tak puas dengan jawaban Gatot, Nasir memutuskan untuk menskors hingga pukul 17.00 WIB. Padahal, rapat baru berlangsung sekitar 1 jam 15 menit.

Saat itu, Nasir berdalih keputusan menunda rapat agar Dirjen Minerba bisa menyiapkan data-data yang dibutuhkan. Selain itu Nasir juga meminta agar jajaran Direksi perusahaan-perusahaan tambang untuk hadir dalam RDP. "Selain itu, kalau pak dirjen tidak bisa sediakan data yang dibutuhkan, ke depannya kalau rapat dengan menteri, pak dirjen kami tolak hadir," tambahnya.

Bambang selanjutnya menyanggupi permintaan Nasir dan memastikan akan melengkapi data-data yang dibutuhkan. Sebelumnya, ratusan pengusaha tambang tiba-tiba mengerubungi ruang rapat komisi VII Gedung DPR. Mereka tidak datang untuk demo atau apapun, tapi justru menghadiri RDP dengan komisi yang mengawasi sektor energi dan sumber daya alam tersebut.

Keramaian ini bermula atas sikap Pimpinan Rapat Komisi VII Muhammad Nasir yang menskors RDP yang semestinya dilaksanakan Senin (11/3/2019). Rapat ini mengundang Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot. "Agenda rapat, kalau bisa ditulis yang jelas, jangan ada 'lain-lain' karena kami susah membatin apa yang harus disiapkan bahannya," ujar Bambang.[ipe]

Komentar

x