Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 03:06 WIB

Tiga Menteri Perdagangan Puji UMKM era Jokowi

Kamis, 14 Maret 2019 | 11:40 WIB
Tiga Menteri Perdagangan Puji UMKM era Jokowi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Agar produk Indonesia berdaya saing tinggi.

Mantan menteri perdagangan Kabinet Kerja Jokowi yang sekarang masuk NasDem, Rachmat Gobel, mengatakan, pembangunan infrastruktur dan berbagai program Jokowi, yakni dana desa, serta kredit usaha rakyat sukses memicu pertumbuhan UMKM.

Kakta Ketua bidang ekonomi DPP Partai NasDem ini, infrastruktur yang mumpuni akan melahirkan biaya produksi yang rendah, sehingga harga bisa bersaing. "Sekarang peran pemerintah daerah yang perlu ditingkatkan, mereka harus punya Goal (tujuan) agar UMKM unggulan bisa menjadi produk nasional dan internasional," ujar Rachmat, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Rachmat yang juga caleg Nasdem dari Dapil Gorontalo ini, menuturkan, peran pemerintah daerah baik di provinsi hingga kabupaten/kota dalam pengembangan UMKM, harus diakui belum maksimal. Padahal, UMKM membutuhkan pembinaan di berbagai sisi, mulai dari kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran.
Daerah yang sudah cukup baik dalam hal pembinaan UMKM seperti di Surabaya, atau DIY.

Mantan Menteri Perdagangan era Presiden SBY, Muhammad Luthfi ikut angkat suara. Dia bilang, potensi ekspor usaha kecil menengah masih sangat besar. Namun, salahsatu produk UKM yang masih bisa bertumbuh dengan agresif adalah di sektor makanan.

Menurutnya, produk-produk tradisional seperti kerajinan dan perhiasan, pertumbuhannya sudah mulai dua digit. Namun, jika pemerintah ingin membawa lagi produk potensial lain ke mancanegara, maka sektor produk makanan bisa menjadi peluang besar. "Kalau mau bawa yang lain seperti produk makanan, ini potensinya sangat besar," kata Muhammad Luthfi.

Tetapi memang, kata Luthfi, tidak mudah memasarkan produk makanan untuk tujuan ekspor. Hal yang paling penting ialah bagaimana membuat standarisasi mutu.
"Karena ini makanan, maka harus ada standarisasi" ujar Luthfi.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintahan Jokowi terus meningkatkan ekspor. Hal ini dilakukan dengan memudahkan perizinan, mendukung UKM berbasis ekspor, dan membuka pasar baru di luar negeri. "Ekspor Indonesia masih tumbuh positif 6,7 persen dari Rp 168,8 miliar pada 2017 menjadi Rp 180 miliar di 2018," katanya.

Enggar menambahkan, pada tahun 2018 Kemendag telah menyelesaikan berbagai perjanjian perdagangan dengan Chili, Australia dan Palestina tanpa melakukan studi. Terlebih, Presiden meminta Indonesia mendukung Palestina dalam segala hal.

"Dan kami realisasikan dengan dukungan penuh. Korma dari Palestina sudah bisa ditemui di pasar. Inilah dukungan kongkret. Dengan negara Afrika, Rusia, Maroko, Korea, Bangladesh, jadi prioritas selesaikan negosiasi," katanya. [tar]


Komentar

x