Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Maret 2019 | 10:19 WIB

Tak Perlu Kementerian Baru, Jokowi Disarankan Ini

Kamis, 14 Maret 2019 | 16:27 WIB

Berita Terkait

Tak Perlu Kementerian Baru, Jokowi Disarankan Ini
Ekonom senior Rizal Ramli - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom senior Rizal Ramli menilai rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk dua kementerian anyar, bukanlah solusi. Ada pilihan yang lebih cerdas. Ada pilihan yang lebih cerdas tapi perlu nyali.

Dari akun twitternya, @RamliRizal, Jakarta, Selasa (12/3/2019), dia menuliskan, "Pola pikir ribet, wong tinggal pecat Mendag yg raja import. Itu aja ndak berani,, kok malah mau nambah keribetan baru, walah, piye toh," Rizal Ramli.

Mantan Menko Kemaritiman di Kabinet Kerja ini, bukanlah sekali ini saja mengkritik soal hobi impor pangan dari menteri perdagangan. Yang menurutnya layak pecat lantaran suka bikin nelangsa petani.

Rizal membandingkan dengan Taiwan, Korea Selatan dan Jepang yang berani memecat menteri yang tidak pro petani. Alhasil, Partai Liberal Demokrat (LDP) yang dikenal pro pertanian dan petani, terus berkuasa di Jepang. "Di Jepang, Korea Selatan, Taiwan kalo Mentri Perdagangan tidak pro-petani, doyan impor, pasti di demo besar2an, akhirnya pasti dicopot atau pemerintahnya yang jatuh. Itulah mengapa partai LDP berkuasa terus di Jepang krn LDP sagar pro-petani dan pro-pertanian," tulis Rizal.

Sebelumnya, Jokowi mengakui bahwa nilai ekspor dan investasi di Indonesia tidak mengalami peningkatan. Oleh karena itu, ia menginginkan adanya dua kementerian baru yang fokus bekerja untuk menggenjot ekspor serta investasi.

"Saya sudah sampaikan minggu lalu di forum rapat kabinet, apakah perlu, saya bertanya, perlu kalau situasinya seperti ini yang disebut menteri investasi dan menteri ekspor," kata Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Investasi Nasional 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang Selatan, Selasa (12/3/2019),

Jokowi juga membandingkan rendahnya investasi dan ekspor Indonesia ketimbang Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Misalnya saja ekspor produk Vietnam ke Amerika Serikat (AS) mencapai 16%. Jauh sekali dibandingkan Indonesia yang hanya 3%. [ipe]

Komentar

x