Find and Follow Us

Jumat, 24 Mei 2019 | 01:16 WIB

Dana Desa Belum Jadi Obat Ekonomi Perdesaan

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 15 Maret 2019 | 05:08 WIB
Dana Desa Belum Jadi Obat Ekonomi Perdesaan
Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto

INILAHCOM, Jakarta - Pengangguran di desa sejak tahun 2017 sampai 2018 lalu tercatat terus mengalami peningkatan. Dana desa dinilai tidak cukup mampu untuk menekan jumlah pengangguran.

"Pengangguran di pedesaan itu turun tapi Februari 2017-2018 meningkat. Padahal ada dana desa yang digelontorkan. Tapi tingkat pengangguran terbuka di pedesaan naik walaupun relatif kecil," kata Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Dengan demikian, kata dia, dana desa dinilai tidak mampu menjadi obat atau peredam pengangguran di pedesaan. Padahal dana yang digelontorkan oleh pemerintah cukup besar.

"Dana desa belum jadi obat mujarab untuk menyelesaikan masalah kesejahteraan di pedesaan," ujar dia.

Sekedar diketahui selama empat tahun ini, pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla sudah menggelontorkan dana desa senilai Rp187 triliun. Dana ini tentunya tidak kecil.

Rinciannya, 2015 sebesar Rp20 triliun, lalu 2016 mengucur lagi Rp47 triliun, serta pada 2017 dan 2018 masing-masing sejumlah Rp60 triliun.[jat]

Komentar

x