Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 03:14 WIB

NusantaraRegas Gelar Manuvra ISPS Code Tersus FSRT

Jumat, 15 Maret 2019 | 15:09 WIB
NusantaraRegas Gelar Manuvra ISPS Code Tersus FSRT
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Nusantara Regas bekerja sama dengan Pertamina Trans Kontinental (PTK) menggelar Exercise International Ships and Port Facility Securities (ISPS) Code.

Digabungkan dengan latihan operasi Search And Rescue, evacuation dan Fire Fighting di Terminal Khusus (Tersus) Floating Storage Regasification Terminal (FSRT) LNG Nusantara Regas Satu di area Teluk Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Rangkaian kegiatan ini merupakan salah satu upaya Nusantara Regas dalam mengimplementasikan ISPS Code yang merupakan standarisasi kode internasional keamanan kegiatan perkapalan dan pelabuhan, dan menjadi syarat layak atau tidaknya sebuah kapal dan pelabuhan untuk dapat melaksanakan interaksi kegiatan pelayaran internasional.

Exercise ISPS Code ini dilakukan selama 3 hari yang diawali dengan upskilling & sosialisasi ISPS Code, simulasi Table Top Exercise dan diakhiri dengan Gelar Manuvra exercise ISPS Code. Exercise ini melibatkan pekerja Nusantara Regas dan PTK, personil eksternal dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kepulauan Seribu, Satrol Lantamal III Jakarta, Polres Kepulauan Seribu dan Basarnas Jakarta.

Direktur Utama PT Nusantara Regas Moch. Taufik Afianto menjelaskan exercise gelar manuvra ISPS Code ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan oleh Nusantara Regas dan merupakan wujud komitmen Nusantara Regas dalam mematuhi peraturan keamanan standar internasional.

"Mengikuti Amandemen "Safety Of Life At Sea (SOLAS) 1974" tentang ISPS Code yang diberlakukan secara internasional pada tanggal 1 Juli 2004, Terminal Khusus FSRT LNG Nusantara Regas Satu yang terbuka dan dikunjungi kapal-kapal pelayaran internasional, sejak bulan Juni 2013 telah dinyatakan comply ISPS Code dan mendapatkan SoCPF (Statement of Compliance of a Port Facility) dari Pemerintah," jelas Taufik

Direktur Operasi dan Komersial PT Nusantara Regas Bara Frontasia selaku Incident Coordinator menambahkan bahwa selain comply kepada peraturan yang ada, exercise ini diharapkan dapat menjadi sarana uji coba rancangan keamanan fasilitas pelabuhan Tersus FSRT dan uji coba Pedoman Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat (PRPKD) Nusantara Regas.

Gelar manuvra mengambil skenario adanya gangguan pada FSRT yang mengakibatkan adanya kebakaran pada salah satu tugboat akibat lemparan bom molotov oleh awak kapal tak dikenal yang memaksa masuk ke area terlarang terbatas FSRT dan baku tembak yang mengakibatkan jatuh korban. [tar]

Komentar

x