Find and Follow Us

Rabu, 11 Desember 2019 | 10:10 WIB

Langgar Janji tak Impor Pangan, RR Sindir Jokowi?

Sabtu, 16 Maret 2019 | 04:09 WIB
Langgar Janji tak Impor Pangan, RR Sindir Jokowi?
Ekonom senior Rizal Ramli - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Semarang - Di depan mahasiswa, ekonom senior Rizal Ramli ujug-ujug bicara soal perilaku pejabat negara yang suka bohong. Tepatnya suka tebar janji tapi realisasinya nol persen.

Jika pejabat negara menyampaikan pernyataan yang tidak benar, berdampak besar kepada rakyat. "Pejabat negara bohong dampaknya itu besar. Misalnya, janji tidak impor, namun saat masa panen ternyata impor. Jadi petani yang rugi," kata Rizal di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/3/2019).

Rizal menyatakan, Indonesia butuh pemimpin yang jujur. Baik kata apalagi perbuatannya. Pemimpin juga harus punya integritas yang baik. "Indonesia butuh pemimpin naisonal dan lokal, orang yang jujur kata dan perbuatannya, integritasnya," katanya.

Selain itu, mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur ini, menyindir kebijakan pemerintah yang dinilai condong ke negara tertentu. Sebagai negara besar, Indonesia harus menerapkan asas politik luar negeri bebas aktif, tanpa menginduk ke salah satu blok.

Politik bebas aktif mengharuskan Indonesia berhak menentukan arah, sikap, dan keinginannya sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah tidak boleh terpengaruh negara lain. "Saya mohon maaf, hari ini pemerintahan Pak Widodo (Joko Widodo) makin lama makin condong ke China," kata Bang RR, sapaan akrabnya. [tar]

"Kita memang harus bersahabat dengan China, sebagai negara besar. Tapi, banyak dari kebijakannya yang sangat condong untuk China," katanya.

Rizal pun menilai, kebijakan pemerintah yang condong ke negara tertentu diubah agar maksud dan tujuan undang-undang dasar tercapai.

Menururt dia, wajib lepas dari permainan semacam itu. Indonesia tidak boleh memberi kesempatan kepada negara besar menguasai jalur-jalur strategis maritim Indonesia.
"Misalnya ini kan Selat Malaka, banyak negara yang mau bikin pelabuhan besar di situ. Ya Amerika, ya China, ya kita enggak kasih. Karena kita enggak ingin, alur choke point kita diberikan kesempatan untuk asing menguasai," ujar Rizal. [tar]


Komentar

x