Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 03:00 WIB

Neraca Dagang Boleh Surplus, Jeng Sri Belum Puas

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 16 Maret 2019 | 03:09 WIB
Neraca Dagang Boleh Surplus, Jeng Sri Belum Puas
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Meski neraca perdagangan Februari 2019 mengalami surplus US$33 juta, usai dua bulan defisit, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ingin tetap waspada.

Alasannya, nilai ekspor Februari 2019 anjlok 10,03% menjadi US$12,53 miliar, apabila dibandingkan bulan sebelumnya. Dan, nilai impor Februari 2019 juga anjlok 18,61% menjadi US$12,2 miliar.

"Pemerintah akan tetap terus waspada. Kenapa? Karena ini positifnya terdiri dari dua-duanya negatif yaitu ekspornya negatif 10,3 persen, impornya turun lebih dalam lagi," kata Sri Mulyani kepada wartawan, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Dia bilang, pemerintah akan mengevaluasi kondisi tersebut, untuk mencari faktor penyebabnya. Dia pun mengerucut karena musiman atau akibat pelemahn ekonomi dunia.

"Jadi kita juga harus lihat faktor-faktor apakah ini bentuknya seasonal karena biasanya bulan Februari, Maret ini adalah faktor musiman penurunan ataukah ada sesuatu yang sifaktnya lebih fundamental seperti dampak dari pelemahan ekonomi dunia," ujar dia.

Sri Mulyani melanjutkan, dia pun akan mengevaluasi kemungkinan penurunan impor, disebabkan oleh penggantian barang impor dengan yang ada di dalam negeri. Jika tidak, dia khawatir kegiata produksi industri akan terganggu.

"Jadi kita nanti kita akan lihat statistiknya lebih dalam, tetapi paling tidak dengan surplus ini memberikan suatu sinyal positif kepada kita namun masih banyak dan masih harus kita lakukan," kata dia. [ipe]




Komentar

Embed Widget
x