Find and Follow Us

Minggu, 16 Juni 2019 | 21:10 WIB

Divestasi 5 Tambang Minerba Bakal Seperti Freeport

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 20 Maret 2019 | 17:30 WIB
Divestasi 5 Tambang Minerba Bakal Seperti Freeport
Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba, Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian ESDM membuka peluang model valuasi aset PT Freeport Indonesia diterapkan dalam divestasi 5 perusahaan tambang mineral dan batubara (minerba), yang wajib divestasi pada 2019.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba, Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak mengatakan, model divestasi itu tidak bisa langsung diterapkan. Melainkan harus ada ketetapan lebih dulu baru bisa dipakai. "Saya kira kami akan ikut model yang seperti itu (valuasi PT Freeport), tapi kan harus ditetapkan (dahulu)," kata Yunus di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Hanya saja, kata dia, bila ada model lain yang lebih baik, maka model itulah yang akan dipakai. "Mana yang paling terkecil hasilnya itu lah yang pemerintah beri penawaran," ujar dia.

Sebelumnya Yunus mengatakan, ESDM sudah mengirimkan surat kepada lima perusahaan tambang terkait divestasi sahamnya. ESDM sekarang ini tengah menunggu jawaban dari perusahaan itu.

Kemudian, pada bulan April 2019 nanti, pemerintah bakal melakukan valuasi aset lima perusahaan dari versi pemerintah. Itu dikakukan supaya pemerintah tahu nilai aset mereka.

Setelah itu, baru pemerintah dan masing-masing perusahaan melakukan valuasi aset. Hanya saja saat ini pihaknya tengah menyiapkan syarat-syaratnya. Termasuk petunjuk teknis (juknis) terkait divestasi.

"Karena pedoman untuk valuasi berbagai macam variasi, saya tuh pengennya supaya anak buah melakukan valuasi, ada tata caranya, tapi juknisnya belum, kapan dia berapa hari harus melapor kesini, cara ngitungnya komponennya harus diatur," kata dia.

Adapun awalnya skema pemerintah dalam divestasi PT Freeport berencana membeli saham partisipasi Rio Tinto yang ada di tambang Grasberg milik Freeport terlebih dulu, kemudian saham itu dikonversi dan sisa saham yang tersisa sebesar 6%- 7% dibeli dari Freeport untuk penuhi target 51% divestasi.

Tetapi, tiba-tiba rencana ini berubah, pemerintah berniat proses langsung divestasi dan masalah Rio Tinto dicoret. Valuasi secara keseluruhan ini disebut-sebut karena pemerintah juga sedang menghitung potensi tambang ke depan, termasuk tambang bawah tanah (di dalamnya terdapat tambang kucing liar) yang diperkirakan asetnya bisa berusia hingga 2061.

Diketahui, pada tahun 2019 ini ada lima perusahaan pertambangan mineral dan batu bara (Minerba) bakal melakukan divestasi saham. Lma perushaan itu adalah, PT Nataran Mining; PT Galuh Cempaka; PT Kasongan Bumi Kencana; Ensbury Kalteng Mining; dan PT. Vale Indonesia.

Adapun PT Vale Indonesia divestasi saham sebesar 20%; PT Nataran Maining sebesar 21%; PT Galuh Cempaka 17%; PT Kasongan Bumi Kencana sebesar 12%; dan Ensbury Kalteng Mining sebesar 20%.

Yunus mengatakan, dari lima perushaan yang sudah mengirimkan surat terhadap Kementerian ESDM terkait divestasi baru ada dua. "Yang sudah menulis surat secara resmi baru vale sama Nataran," kata dia. [ipe]

Komentar

x