Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 01:47 WIB

Jonan Janjikan Lifting Migas 2019 tak Gagal Target

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 21 Maret 2019 | 00:29 WIB
Jonan Janjikan Lifting Migas 2019 tak Gagal Target
Menteri ESDM, Ignatius Jonan - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berjanji akan meningkatkan pengawasan produksi migas, illegal tapping dan illegal drilling.

Selanjutnya, Kementerian ESDM bertekad menahan penurunan alamiah dari produksi minyak dan gas bumi (migas). Caranya, meningkatkan kegiatan pemboran, workover dan well service. Ini dilakukan agar lifting 2019, tidak meleset dari target APBN.
"Kami akan upayakan liftingnya tidak akan meleset dari apa yang ditargetkan (APBN)," kata Menteri ESDM, Ignatius Jonan, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Langkah lainnya, penerapan Enhance Oil Recovery (EOR), pengendalian cost recovery pada kontrak sistem PSC; mempercepat persetujuan Plant of Development (POD), Sertifikasi Operasi Produksi (POP), Work Program and Budget (WP&B) dan Authorization for Expenditure (AFE).

Kemudian, peningkatan penawaran WK Baru Migas, Percepatan perpanjangan/alih kelola Kontrak WK Produksi Migas serta penagihan sisa komitmen pasti yang tidak dilaksanakan.

Menurut Jonan, selain mempertahankan lifting, cara itu diyakini sebagai terobosan peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) subsektor minyak dan gas bumi. Sebab, penerimaaan PNBP sektor Migas 2019 dengan harga minyak mentah dunia yang anjlok tidak akan tercapai.

Adapun asumsi Indonesian Crude Price (ICP) di APBN 2019 adalah sebesar USD 70 per barel dan rata-rata realisasi ICP Januari - Februari 2019 yaitu USD 57,93/barel. "Kalau migas saatu-satunya acuan penerimaan negara adalah kenaikan atau penuruan harga minyak mentah," kata dia.

Pemerintah sendiri menargetkan PNBP Migas sebesar Rp168,62 triliun pada tahun 2019. Hingga 15 Maret 2019, PNBP Migas baru masuk Rp20,64 triliun. [ipe]

Komentar

x