Find and Follow Us

Sabtu, 25 Mei 2019 | 01:15 WIB

Ekonom BNI Ramalkan BI Tahan Suku Bunga Acuan 6%

Kamis, 21 Maret 2019 | 05:09 WIB
Ekonom BNI Ramalkan BI Tahan Suku Bunga Acuan 6%
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) diprediksikan bakal menahan suku bunga acuan (BI-7 Days Reserve Repo Rate) di level 6%. Keputusannya kemungkinan disampaikan dalam rapat dewan gubernur BI, Kamis (21/3/2019).

Prediksi ini disampaikan Kepala Ekonom PT. Bank Negara Indonesia Persero (Persero/BNI), Ryan Kiryanto di Jakarta, Rabu (20/3/2019). Alasannya, BI merasa perlu memitigasi tekanan terhadap stabilitas perekonomian. "Kalangan perbankan, sektor riil dan investor portofolio menilai level suku bunga enam persen ini akomodatif," kata Ryan.

Menurut Ryan, bank sentral dan pemerintah, saat ini, memiliki arah kebijakan (stance) yang sama. Yakni, mengutamakan stabilitas ketimbang pertumbuhan (stability over growth). Sehingga, para pimpinan Bank Sentral berpeluang besar menahan 7-Day Reverse Repo Rate, meskipun sudah dilakukan sebanyak empat kali beruntun.

"Level bunga acuan yang enam persen saat ini sesungguhnya sudah 'priced in' dimana level enam persen ini sudah mempertimbangkan peluang suku bunga Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) naik 25-50 basis poin di tahun ini," ucapnya.

Bank Sentral juga dinilai masih akan mencermati dampak dari kenaikan suku bunga acuan yang masif, hingga 175 basis poin, yang telah dilakukan sepanjang tahun lalu, ketika nilai tukar rupiah begitu tertekan arus modal keluar.

"Keputusan besok untuk mempertahankan bisa membantu penguatan daya tahan ekonomi Indonesia terhadap tekanan eksternal, menjaga stabilitas makroekonomi, khususnya rupiah, dan mempertahankan daya tarik investor asing untuk memegang aset berdenominasi rupiah karena lebih atraktif," ujarnya.

Dari faktor eksternal, Ryan memandang, kebijakan The Federal Reserve/The Fed akan semakin melunak (dovish) karena indikasi perlambatan pertumbuhan ekonomi AS yang bisa melorot ke bawah tiga persen dan laju inflasi yang lemah menyentuh dua persen.

"Pilihan The Fed ada dua, antara menahan suku bunga di level saat ini yang 2,25 persen-2,50 persen hingga akhir 2019 atau menaikkan suku bunga hanya sekali sebesar 25 basis poin menjadi 2,5 persen sampai 2,75 persen hingga akhir 2019," ujarnya. [tar]

Komentar

Embed Widget
x