Find and Follow Us

Selasa, 24 September 2019 | 16:46 WIB

Sepanjang 2018, Kredit Bank DKI Bertumbuh 27,9%

Jumat, 22 Maret 2019 | 15:50 WIB
Sepanjang 2018, Kredit Bank DKI Bertumbuh 27,9%
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang 2018, kinerja keuangan Bank DKI menunjukkan tren positif. Pertumbuhan kredit cukup tinggi yakni 27,9%, atau menjadi Rp34,7 triliun. Tahun sebelumnya sebesar Rp27,1 triliun.

Pertumbuhan kredit Bank DKI berada jauh di atas rata-rata nasional yang mencapai 12,9% pada 2018. ""Pertumbuhan ini merupakan refleksi dari tema utama kebijakan strategis yang diusung Bank DKI pada 2018, yakni akselerasi pertumbuhan berkualitas"," papar Direktur Keuangan Bank DKI, Sigit Prastowo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (21/03/2019).

Terkait kinerja keuangan 2018, Sigit menyatakan, secara umum, Bank DKI mampu mencatatkan pencapaian kinerja yang sesuai harapan. Di mana, realisasi kredit melampaui target. Peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan terutama difokuskan kepada segmen mikro yang meningkat cukup signifikan, sebesar 49,7%.

Di tengah laju pertumbuhan kredit tersebut, lanjutnya, kualitas aset terjaga dengan baik. Ditandai dengan perbaikan rasio Non-Performing Loan (NPL). Di mana, rasio NPL gross dan NPL nett pada 2018, masing-masing 2,7% dan 1,6%, Jauh lebih oke ketimbang 2017 yang masing-masing 3,8% dan 2,3%. "Pencapaian tersebut tentunya merupakan hasil dari berbagai upaya-upaya perbaikan yang dilakukan di sepanjang 2018," kata Sigit.

Dalam kegiatan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sepanjang 2018, lanjutnya, Bank DKI lebih mengutamakan optimalisasi fungsi intermediasi, dengan meningkatkan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) pada titik yang optimal, sehingga menjaga tingkat profitabilitas Perseroan.

Besarnya DPK per Desember 2018, tercatat Rp37,3 triliun yang didorong pertumbuhan tabungan sebesar 34,4%. "Ke depan, Bank DKI bertekad menggenjot dana murah baik tabungan dan giro yang menjadi fokus utama perseroan.

Dengan perkembangan tersebut diatas, per Desember 2018, total aset Bank DKI tercatat sebesar Rp53,0 triliun, atau meningkat 3,1% dari Rp51,4 triliun pada 2017.

Pencapaian total aset tersebut didukung dengan perbaikan struktur pendanaan serta optimalisasi dana yang dimiliki sehingga mendorong peningkatan laba bersih 2018. Laba bersih per Desember 2018 tercatat Rp800,3 miliar, atau meningkat 12,4% dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 712,2 miliar.

Pencapaian laba bersih tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan operasional bank yang didominasi oleh pertumbuhan fee based income sebesar 26,2% seiring dengan peningkatan aktivitas produk dan layanan yang terjadi di sepanjang tahun 2018.

Pencapaian penting lainnya, kata Sigit, Banj DKI sangat mendukung berbagai program kerja Pemprov DKI Jakarta, diantaranya penyaluran bantuan sosial (bansos) seperti Kartu Jakarta Pintar Plus, Kartu Lansia Jakarta, dan Kartu Pekerja Jakarta. [tar]

Komentar

Embed Widget
x