Find and Follow Us

Minggu, 16 Juni 2019 | 21:00 WIB

KESDM: Di Kawasan Freeport Banyak Tambang Ilegal

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 22 Maret 2019 | 16:09 WIB
KESDM: Di Kawasan Freeport Banyak Tambang Ilegal
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Batubara Kementerian ESDM, Sri Rahardjo mengamini bahwa kegiatan penambangan ilegal (Peti) banyak terjadi di konsesi PT Freeport Indonesia (PTFI).

Menurut dia, sejumlah pedekatan telah dilakukan dalam menertibkan kegiatan Peti tersebut. Namun, kegiatan itu sulit dihilangkan. "Sudah ada beberapa kali upaya Freeport untuk menertibkan tapi ada lagi," kata Sri di Jakarta, Jumat (21/3/2019).

Selain di Freeport, wilayah Peti lainnya berada di J-Resources yang belum lama ini terjadi peristiwa longsor. Dia menyebut sudah ada upaya penertiban. Namun penambang ilegal masih bisa menemukan celah untuk melakukan kegiatan tambang.

Bahkan, upaya penegakan hukum pun belum mampu menekan kegiatan Peti tersebut. "Januari lalu ditutup polisi tapi dua minggu kemudian dibuka lagi. Bahkan ada perlawanan," kata dia.

Menurut dia, ada upaya lain yang bisa dilakukan untuk mentertibkan kegiatan Peti. Yakni menggandeng atau menjadikan penambang ilegal itu sebagai mitra. Hal ini seperti yang diterapkan oleh PT Timah Tbk di Bangka Belitung.

Di mana seluruh hasil produksi penambang itu dibeli oleh Timah. Hanya saja dengan syarat yang ketat yakni kegiatan penambangan harus mengacu pada kaedah keselamatan penambangan. Dengan pola ini maka mengedukasi masyarakat terkait keselamatan tambang dan polemik Peti bisa berakhir. "Penertiban Peti harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Sebelumnya dia mengatakan, Peti berada di 23 konsesi Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B). [ipe]

Komentar

x