Find and Follow Us

Selasa, 18 Juni 2019 | 21:01 WIB

Jokowi atau Prabowo Presiden, Pengusaha Minta Ini

Jumat, 22 Maret 2019 | 17:00 WIB
Jokowi atau Prabowo Presiden, Pengusaha Minta Ini
Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Yaser Palito - (Istimewa)

INILAHCOM, Palangka Raya - Pemilihan presiden langsung semakin dekat, peluang dua kandidat yakni Joko Widodo dan Prabowo fifty-fifty. Namun, siapapun pemenangnya, pengusaha muda punya harapan.

Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Yaser Palito mengatakan, pemerintahan baru nanti, harus memudahkan pengusaha muda atau pemula dalam mendapatkan modal usaha dari perbankan.

"Selama ini bagi pengusaha pemula mendapatkan pinjaman modal ke bank terbilang agak susah ya, harusnya pemerintah bisa mendorong perbankan untuk memberi kemudahan," kata Yaser di Palangka Raya, Jumat (22/3/2019).

Yaser menyebutkan, kondisi itu menjadi salah satu hal yang akan pihaknya kritisi sehingga pengusaha pemula bisa mendapatkan kemudahan mendapatkan modal usaha.

Selama ini, kata dia, jika pengusaha pemula ingin melakukan pinjaman ke bank, mereka harus melengkapi sejumlah persyaratan, yakni membuat neraca keuangan selama enam bulan terakhir atau dalam jangka waktu tertentu, hingga harus terlebih dulu memiliki aset.

"Persyaratan seperti ini kan cukup menyulitkan, mengingat pengusaha pemula masih serba terbatas. Apalagi mereka baru saja melangkah dan memulai usahanya," tegasnya.

Ia menyebutkan beberapa negara memberikan kemudahan kepada pengusaha muda mendapatkan modal, seperti India. Menurut dia, ijazah pendidikan milik pemuda bisa diagunkan sebagai syarat mendapatkan modal usaha.

Harusnya hal yang sama juga bisa diterapkan di Indonesia, agar pertumbuhan dan perkembangan pengusaha muda terus alami peningkatan. Namun di satu sisi juga perlu komitmen dari setiap pengusaha pemula yang dapat memberi kepastian kepada pemerintah, bahwa anggaran yang mereka terima tidak akan disalahgunakan.

"Semua pihak harus bisa bersinergi agar pertumbuhan pengusaha muda terus meningkat. Jika pertumbuhannya baik, maka akan memberikan dampak positif yang luar biasa terhadap perekonomian negara ini," jelas Yaser.

Pihaknya juga menginginkan generasi muda memiliki pola pikir yang lebih berani untuk berdiri di kaki sendiri. Kebanyakan dari mereka masih ingin menjadi abdi negara ataupun karyawan, karena menginginkan sebuah zona aman dan nyaman.

Pernyataan itu diungkapkan terkait pelaksanaan Musyawarah Daerah XVI BPD Hipmi Kalteng. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Bank Indonesia, jajaran pengurus Hipmi tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan dan pihak terkait lainnya.

Pihaknya berharap Musyawarah Daerah XVI BPD Hipmi Kalteng bisa memberikan hasil terbaik dan mampu meningkatkan peran Hipmi di Kalteng, untuk membantu pemerintah memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. [tar]

Komentar

x