Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 14:58 WIB

Setahun Jonan Cuman Mampu Bangun 100 Ribu Jargas

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 22 Maret 2019 | 18:50 WIB
Setahun Jonan Cuman Mampu Bangun 100 Ribu Jargas
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah baru bisa membangun sambungan rumah (SR) jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas) 90.000 SR-100.000 SR. Terlalu kecil, mengingat jumlah rumah tangga di Indonesia 67-68 juta.

Padahal, apabila pemerintah ingin mengurangi impor LPG, maka pembangunan jargas harus dilakukan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, Pemerintah bersama BUMN migas akan melakukan pembangunan jargas secara masif. "Targetnya itu satu tahun dibikin 1 juta rumah tangga, kalau dananya ada," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan dalam ketetangan resmi, Jakarta, Jumat (21/3/2019).

Menurut Jonan, ke depan, pemerintah menargetkan pembanguan jargas bisa mencapai 1 juta SR. Hal ini, baru bisa dilakukan mulai 2020. Target ini merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil. "Pemerintah barusan menerbitkan Perpres untuk pembangunan jaringan rumah tangga ke depan. Jadi ini implentasinya tahun 2020," ujar Jonan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto menambahkan, Pemerintah bersama BUMN migas pada bulan Agustus atau September mendatang akan menentukan besaran anggaran untuk pembangunan jargas 2020.

"Untuk 2020, nanti kita tentukan anggarannya bulan Agustus atau September. Nanti sama-sama PGN juga. (Dananya) tidak hanya dari APBN," ujar Djoko.

Dalam Pasal 20 Perpres tersebut dinyatakan, Menteri ESDM dapat menugaskan BUMN migas penerima penugasan untuk melakukan pengembangan jargas. Pengembangan jargas ini dapat dilakukan dengan menggunakan biaya Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah dan/atau BUMN migas penerima penugasan.

Pengembangan jargas yang dilakukan dengan menggunakan biaya Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah, diutamakan untuk keperluan rumah tangga.

Dalam rangka optimalisasi jargas, BUMN migas penerima penugasan dengan biayanya sendiri dapat mengembangkan jargas bagi pelanggan kecil, dengan tetap mengutamakan kebutuhan rumah tangga. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x