Find and Follow Us

Senin, 19 Agustus 2019 | 15:56 WIB

Tingkatkan Survei Bawah Laut

Badan Litbang KESDM Butuh Kapal Ini

Oleh : Wahid Ma'ruf | Sabtu, 23 Maret 2019 | 11:07 WIB
Badan Litbang KESDM Butuh Kapal Ini
Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral kembali mengusulkan pengadaan kapal survei baru, Kapal Riset Geomarin V.

Hal ini seiring kisah sukses Kapal Survei Geomarin III, dalam rangka meningkatkan kegiatan survei bawah laut Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Kementerian ESDM.

Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana menjelaskan hal ini kepada Menteri ESDM, Ignanius Jonan, saat meninjau Kapal Riset Geomarin III di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat (21/3/2019) seperti mengutip dari esdm.go.id.

"Kapal Riset Geomarin V merupakan kapal multipurpose yang lebih kecil dibandingkan Geomarin III," kata Dadan.

Kapal generasi baru tersebut akan dioperasikan di laut dangkal maupun dalam untuk survei laut, survei infrastruktur minyak dan gas bumi, jalur kabel, jalur pipa bawah laut survei potensi mineral kelautan (seperti timah, pasir laut) serta studi lingkungan lepas pantai.

Rancangan kapal berukuran panjang 40 meter dan lebar 10 meter ini diusulkan dapat dibangun selama dua tahun pada tahun anggaran 2020 sampai 2021. Biaya pembangunan kapal ini diperkirakan mencapai Rp 150 milyar untuk pembuatan kapal dan pengadaan peralatan survei. Pembangunan tahun pertama dianggarkan Rp 100 milyar dan tahun kedua Rp 50 milyar.

Dadan menjelaskan bila Kapal Riset Geomarin V sudah dapat beroperasi pada tahun 2022 akan mampu meningkatkan pelayanan jasa BLU P3GL secara signifikan. Dadan memproyeksikan potensi bisnis dari kegiatan site survei para mitra strategis menggunakan kapal baru ini dapat mencapai Rp 180 milyar pada tahun 2022 hingga 2026, sehingga mampu menutup biaya investasi pengadaan kapal sebesar Rp 150 milyar.

Rencana pengadaan Kapal Riset Geomarin V dilatarbelakangi oleh sejumlah kendala dan potensi kehilangan pasar (potential lost market) yang dihadapi BLU P3GL saat memberikan pelayanan jasa kepada para mitra selama tahun 2018.

Dari hasil penjajakan dengan sejumlah mitra dan perusahaan, sebagian besar mitra membutuhkan kapal yang tidak terlalu besar untuk site survei, namun dengan peralatan survei yang lebih spesifik.

Saat ini BLU P3GL tengah merancang spesifkasi kapal secara detil agar sesuai dengan kebutuhan, bersama dengan sejumlah ahli dan penasihat BLU P3GL.

Pada kesempatan tersebut, Dadan juga menyampaikan capaian kinerja BLU P3GL sampai Maret 2019 antara lain telah menyelesaikan kontrak dengan mitra kerja senilai Rp1,5 miliar. Proyek yang siap jalan sebesar Rp7,1 miliar dan potensi kontrak lainnya sejumlah Rp42,5 miliar.

BLU P3GL mendukung mitra untuk lelang survei Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan Kapal Riset Geomarin III untuk pekerjaan seabed clearance dan infrastruktur migas, potensi pekerjaan lima lokasi survei, yaitu PHE ONWJ, Chevron Deepwater, PHE Matindok (Geokimia), Inpex Masela dan Medco Natuna.

Potensi pekerjaan lainnya adalah survei potensi Timah, studi kelayakan pasir laut, survei laut dalam Obi Musim Timur, survei back-scatter untuk eksporasi migas, dan pembangunan sistem IT aset manajemen pelabuhan. Pendapatan lainnya diperoleh dari pelayanan jasa sewa alat survei.

Menteri ESDM mengapresiasi kinerja BLU P3GL Tahun 2018 yang melampui 137% dari target. Tahun pertama kinerja BLU P3GL meraih Rp21,6 miliar dari target Rp15,8 miliar.

Kegiatan utama dari capaian 2018 adalah survei dengan Kapal Riset Geomarin III dengan mitra utama PT Elnusa Tbk, PT Halmahera Persada Lygend, PT Timah Tbk., PGN, PT Teknik Horizon Intl, BMKG - NOAA, KIOST Korea, PT Inomata dan PT Waragonda.

Komentar

x