Find and Follow Us

Selasa, 24 September 2019 | 17:06 WIB

Tolak Bibit Bawang Putih, Petani Serahkan Polisi

Senin, 25 Maret 2019 | 08:09 WIB
Tolak Bibit Bawang Putih, Petani Serahkan Polisi
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Lombok - Aparat kepolisian terus mengawasi pendistribusian bibit bawang putih bantuan pemerintah kepada petani di sentra produksi bawang Sembalun, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tindakan ini dilakukan setelah adanya reaksi penolakan dari petani terkait bibit yang diterima beratnya kurang dari ketentuan yakni 20kilogram. "Sekarang kita mengawasi penyalurannya. Kita juga awasi di tahap penerimaannya supaya jangan sampai bibit yang diterima dijual kembali," kata Kepala Polsek Sembalun, Iptu Made Sutama di Lombok Timur, NTB, Minggu (24/3/2019).

Informasi saja, permasalahan distribusi bawang putih di Kecamatan Sembalun ini, sangat kompleks. Akarnya lantaran tahapan pendistribusian pada Tahun Anggaran 2017 yang kembali terulang.

Di mana, pengadaan bibitnya menggunakan anggaran APBN 2018, melahirkan penolakan dari kalangan petani penerima bantuan pada awal Maret 2019.
Belasan karung merah berisi bibit bawang putih tanpa keterangan bobot, ditolak masyarakat petani. Mereka menyerahkannya ke Polsek Sembalun.

Bibit bantuan pemerintah itu diserahkan dengan harapan pihak kepolisian dapat membantu masyarakat petani dalam menyelesaikan permasalahan bobot yang tidak sesuai dengan persetujuan awal.

Menurut keterangan salah seorang anggota kelompok tani yang enggan sebut identitas, penolakan terjadi karena bobot untuk satu karung yang diterima seharusnya 25 kilogram susut 5-8 kilogram. "Seharusnya dalam satu karung itu beratnya bisa sampai 25 kilogram, tapi ini kurang, ada yang sampai 5 kilogram," katanya.

Adapun kelompok tani yang mendapat jatah bibit bantuan ini berasal dari Desa Sembalun Bumbung dan Desa Sembalum Lawang, Kecamatan Sembalun. Jumlahnya, 57 kelompok tani untuk Desa Sembalun Bumbung, dan 70 kelompok tani untuk Desa Sembalun Lawang.

Namun berbeda lagi dengan permasalahan yang sebelumnya terungkap dalam proses pendistribusian bibit pertama pada periode Januari-Februari 2019, terhimpun 300 hektar dari 1.100 hektar lahan yang terverifikasi Dinas Pertanian Lombok Timur, dinyatakan fiktif.

Hal tersebut terungkap ketika keberadaan nama-nama kelompok tani yang menguasai lahan dengan luasan total mencapai 300 hektare tersebut tidak hadir pada pendistribusian bibit pertama di periode Januari-Februari 2019.

Sebelumnya, Kasubdit I Bidang Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Feri Jaya Satriansyah juga mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari peran kepolisian untuk mengetahui permasalahan yang terjadi.

"Segala permasalahan yang ada baik dari tingkat Polda sampai tingkat Polsek harus tetap terpantau sehingga tidak menimbulkan masalah serius. Terkait informasi yang di Sembalun, sudah kita terima dan akan kita pantau," jelas Kasubdit I Bidang Industri dan Perdagangan, beberapa waktu lalu.

Menurut Kadis Pertanian Lombok Timur, Zaini, dalam pemberitaan, sentra pengembangan bawang putih di Lombok Timur mencapai 10.000 hektar. Terdapat lima sentra pertanaman tersebar di lima kecamatan di Lombok Timur, yaitu Sembalun, Wanasaba, Sikur, Pringgasela, dan Suela.

Sentra terbesar adalah Sembalun mencapai 4.000 hektar. Lokasinya tepat di kaki Gunung Rinjani. Dan, Sembalun disiapkan menjadi penyangga benih bawang putih nasional dan menyukseskan swasembada bawang putih pada 2021. [tar]

Komentar

x