Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 18:20 WIB

Pelarangan CPO

Bos Gapki Apresiasi Gugat Uni Eropa ke WTO

Selasa, 26 Maret 2019 | 18:00 WIB
Bos Gapki Apresiasi Gugat Uni Eropa ke WTO
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam menyikapi keputusan Uni Eropa melarang minyak sawit sebagai bahan baku biofuel.

"Kita sangat apresiasi frespons pemerintah yang semakin baik dan solid dalam membela kepentingan industri sawit di tanah air. Khususnya menyikapi pelarangan minyak sawit dari Uni Eropa," papar Joko dalam sebuah acara di stasiun televisi swasta di Jakarta, Senin malam (25/3/2019).

Dia bilang, pelarangan minyak sawit aebagai bahan baku bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel dari Uni Eropa, tidak bisa dianggap remeh. meski, nilai ekspor sawit Indonesia ke Uni Eropa tidak besar-besar amat.

"Tahun lalu nilainya sekitar 25% dari total ekspor kita. Sekitar 4 miliar dolar AS. Namun kita tidak bisa anggap remeh. Karena ini menyangkut reference. Bisa melebar ke mana-mana kalau dibiarkan. Ujung-ujungnya, industri sawit Indonesia yang rugi," paparnya.

Kata Joko, respons pemerintah menggugat ke WTO, sudah benar. Hanya saja, proses pembahasan di WTO biasanya memerlukan waktu panjang. Bahkan bisa hingga 3 tahun. "Untuk itu perlu dipikirkan kebijakan apa untuk merespons Uni Eropa. Bisa pemberian tarif terhadap produk Uni Eropa atau pelarangan," ungkapnya.[ipe]

Komentar

x