Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 06:01 WIB

Jelang Pilpres 2019

Tarif Ojol Dinaikkan untuk Tarik Simpati?

Oleh : Aris Danu | Rabu, 27 Maret 2019 | 10:00 WIB
Tarif Ojol Dinaikkan untuk Tarik Simpati?
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAH.COM, Jakarta - Kenaikan tarif ojek online (Ojol) per 1 Mei 2019 mendapat sambutan hangat para pengemudi ojol. Puas dengan besaran tarif yang ditetapkan Kementerian Perhubungan.

"Kita tentunya senang dengan kenaikan tarif karena selama ini sangat minim sekali," kata Mono, pengemudi Ojol di stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan, Selasa (26/3/2019).

Meski tarif baru diberlakukan per 1 Mei 2019, dirinya merasa tak sabar. Sebab, menurut Mono, hal ini sudah ditunggu-tunggu para pengemudi ojol. "Enggak apa-apa agak lama, yang penting naik. Dari dulu kan segitu gitu aja," ujarnya.

Namun informasi perihal besaran kenaikan tarif belum diketahui oleh semua pengemudi Ojol. Haris, misalnya yang mengaku tak tahu soal berapa kenaikan tarif yang ditetapkan pemerintah. Namun demikian, ia menyambut girang saat mendengar tarif naik. "Yang pasti saya senang pas dengar tarif mau naik. Katanya Rp2.000 per kilometer, bener enggak ya?," ujarnya.

Kementerian Perhubungan telah menentukan besaran tarif ojek online. Penetapan tarif dibagi menjadi tiga zona. Sistem zonasi terdiri dari Zona I yang meliputi Sumatra, Jawa selain Jabodetabek, dan Bali. Zona II terdiri dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Sedangka Zona III terdiri dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Sementara tarif batas bawah Zona III Rp2.100 dan tarif batas atasnya Rp2.600. Adapun biaya jasa minimal Rp7.000 sampai dengan Rp10.000. [ipe]




Komentar

x