Find and Follow Us

Sabtu, 25 Mei 2019 | 01:27 WIB

PLTA Batangtoru tak Ganggu Orangutan & Satwa Liar

Jumat, 5 April 2019 | 12:00 WIB
PLTA Batangtoru tak Ganggu Orangutan & Satwa Liar
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Hasil pemantauan terbaru tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). memastikan keberadaan orangutan aman dari aktivitas pembangunan PLTA Batangtoru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Temuan ini membantah kampanye yang selalu dilancarkan sejumlah LSM bahwa pembangunan PLTA tersebut mengancam kehidupan orangutan dan satwa liar lainnya di Batangtoru.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno mengungkapkan, sampai saat ini, tidak ada orangutan yang terluka apalagi sampai mati akibat pembangunan PLTA Batangtoru. "Sampai sekarang belum ada laporan satu ekor orangutan pun yang terbunuh dengan adanya proyek PLTA Batangtoru. Ini patut kita syukuri," kata dia pada sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Dia menjelaskan, KLHK memang sudah menurunkan tim pemantau yang terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara dan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli, Sumatera Utara, sejak Oktober 2018.

Wiratno menyatakan, tim bekerja independen secara berkesenimbangunan (continous monitoring) dengan pembiayaan sepenuhnya bersumber dari APBN. Untuk menjamin independensi, tim mengurangi interaksi dengan pihak yang pro dan kontra dengan aktivitas pembangunan PLTA Batangtoru.

Dia menilai temuan tersebut sangat menarik. Diingatkan kepada calon investor, apapun bentuk investasinya untuk selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses pembangunan. Tujuannya agar kelestarian satwa liar bisa terjaga. "Bukan hanya orangutan, tapi juga harimau dan satwa liar lain," katanya.

Pembangunan PLTA Batangtoru, lanjutnya, bisa menjadi pembelajaran menarik di masa yang akan datang bagaimana pembangunan bisa berjalan beriringan dengan upaya pelestarian satwa liar. Wiratno secara khusus juga mengingatkan tentang pentingnya keterbukaan dalam proses pembangunan serta pentingnya menjalin komunikasi dengan para pihak yang terkait.

Informasi saja, PLTA Batangtoru dirancang memiliki kapasitas 510 MW. Bertipe peaker, PLTA Batangtoru akan menjadi andalan saat jaringan listrik Sumatera menghadapi beban puncak.

Meski memiliki kapasitas besar, namun tak ada bendungan besar yang dibangun. Melainkan hanya kolam harian yang luasnya sekitar 90-an hektare. Bandingkan dengan kebutuhan lahan di PLTA Jatiluhur yang menghasilkan tenaga listrik 150 MW namun membutuhkan bendungan seluas 8.000 hektare.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Munir Ahmad menegaskan pentingnya pembangunan PLTA Batangtoru. "Saat ini pasokan listrik di Sumatera kritis. Kalau ada salah satu pembangkit mati, maka sebagian Sumatera akan padam," katanya.[tar]

Komentar

x