Find and Follow Us

Minggu, 15 September 2019 | 14:12 WIB

Jokowi Ingin Terapkan Cukai BBM, Ini Kata Gerindra

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 6 April 2019 | 04:09 WIB
Jokowi Ingin Terapkan Cukai BBM, Ini Kata Gerindra
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Ramson Siagian - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tim pemenangan Joko Widodo-Maruf Amin mengusulkan pengenaan cukai terhadap bahan bakar minyak (BBM). Kalau diterapkan maka harganya akan naik. Sudah tepatkah gagasan ini?

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Ramson Siagian mengaku tidak mau ambil pusing. Sebab, keputusan itu adalah urusan pemerintah Joko Widodo (Jokowi).

"Terserah aja keputusan apa yang akan mereka perbuat sampai 17 April 2019. Jadi, setelah 17 April sudah lain dong ya. Mau dicukai apapun urusan pemerintah Jokowi," kata Ramson dalam sambungan telpon, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Hanya saja, tekan dia, apabila Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang dalam pemilihan presiden nanti, tentu Jokowi harus berkonsultasi dengan presiden terpilih.

"Politiknya seperti itu. Nanti sudah 17 April kalau pemerintahan Jokowi membuat keputusan yang terkait dengan kepentingan rakyat banyak fatsun politiknya harus konsultasi dengan presiden terpilih," kata dia.

Dia yakin dalam pemilihan presiden nanti pasangan Prabowo-Sandi akan diberikan amanat oleh rakyat sebagai presiden RI. Untuk itu dia tidak mau ambil pusing soal wacana itu. "Kalau Prabowo-Sandi menang, mau membuat keputusan strategis harus berkonsultasi dulu dengan predisen terpilih," kata dia.

Adalah Hasbullah Thabrany, anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, mengungkap usulan cukai untuk BBM. Alasannya, ya itu tadi, membatasi penggunaan kendaraan pribadi dan mengurangi polusi.

Hasbullah bilang, bila Jokowi-Amin terpilih lagi, maka pemerintah akan mengusulkan perluasan pengenaan cukai untuk 12 produk. Di mana salah satunya adalah pengenaan cukai untuk BBM yang selama ini disubsidi pemerintah. "Dipakai silahkan, tapi secukupnya, kalau dicukai akan mengurangi konsumsinya dan udara sehat," jelas Hasbullah di Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/3/2019).

Selain BBM, Hasbullah dan timnya mengusulkan perluasan cukai untuk ban mobil, kayu gelondongan, minuman yang mengandung gula tinggi dan makanan yang mengandung garam tinggi. Selain itu, juga termasuk cukai rokok, alkohol, dan plastik.

Hasbullah mengaku, Jokowi-Amin akan berkomitmen dalam hal pengendalian melalui cukai. Saat ini, usulan sudah disampaikan melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu).

Hanya saja, untuk mengimplementasikan memang perlu waktu lama, sebab harus melalui keputusan Undang-undang (UU) yang dibahas bersama DPR. Terkait dengan efeknya ke penerimaan, Hasbullah mengaku sudah melakukan kajian. Hanya saja dia belum membeberkan angkanya. "Pasti keseluruhan penerimaan APBN baik," jelas dia. [ipe]

Komentar

x