Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 19:21 WIB

Bandara NYIA Dikebut, Sabuk Hijaunya Tidak Jelas

Senin, 8 April 2019 | 02:09 WIB
Bandara NYIA Dikebut, Sabuk Hijaunya Tidak Jelas
Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo
facebook twitter

INILAHCOM, Kulon Progo - Pemkab Kulon Progo belum berani menertibkan tambak udang dan penginapan sebelah selatan proyek Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang direncakan menjadi sabuk hijau.

"Tanah di selatan Bandara NYIA milik Kadipaten Puro Pakualam. Rencananya dalam waktu dekat, kami akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama dengan Puro Pakualam menyangkut ini," kata Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (7/4/2019).

Ia mengatakan, penertiban tambak udang dan penginapan, serta bangunan di kawasan selatan Bandara NYIA, merupakan keniscayaan. Namun demikian, ia berharap diberi waktu untuk menyelesaikannya secara bertahap.

"Beri kami waktu untuk melakukan penataan kawasan selatan. Harapan kami kawasan selatan ini bisa menjadi pusat pariwisata yang berjalan seiringan dengan adanya Bandara NYIA, sehingga saling menguntungkan," katanya.

Lebih lanjut, Hasto tidak menjawab kepastian penertiban tambak udang. Namun demikian, ia memastikan hingga 28 April atau 30 April NYIA diresmikan, tambak mungkin belum akan ditertibkan.

"Langkah kami ada MoU dulu antara tiga pihak ini. Pembangunan sabuk hijau itu keniscayaan tapi problemnya ada warga yang punya rumah dan tambak di sana. Tugas saya berkomunikasi dengan mereka maunya apa," kata Hasto.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Sudarna mengatakan DKP akan perjuangkan untuk zona tambak di Trisik yang mencapai 75 hektar dari luasan sebelumnya 25 hektar. "Kalau usulan zona tambak udang di Trisik ini disetujui Pemda DIY, petambak udang di selatan bandara akan direlokasi di sana," katanya.

Sudarna mengakui, lahan tambak udang di sisi selatan bandara tidak sesuai RTRW. Namun demikian, ia mengucapkan terima kasih kepada petambak udang yang telah berusaha budi daya udang secara mandiri.

"Kami berharap secara mandiri, petambak menghentikan aktivitas budi daya udang. Kami menyadari, potensi budi daya udang sangat tinggi, tapi ini Bandara NYIA merupakan proyek strategis nasional yang harus didukung semua pihak. Kami akan segera mengkaji potensi lokasi pengembangan budi daya udang," katanya. [tar]

Komentar

x