Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 18:25 WIB

Karena Sawit, Kalla Beri Apresiasi Bos Gapki

Selasa, 9 April 2019 | 12:13 WIB
Karena Sawit, Kalla Beri Apresiasi Bos Gapki
Wakil Presiden Jusuf Kalla - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Celakanya, terjadi perang dagang minyak nabati dunia yang memaksa sawit berada di posisi sulit, dalam perdagangan global.

Padahal, ekspor sawit ini menjadi salah satu sumber pendapatan negara yang diandalkan. Selain juga, sektor industri sawit menyedot tenaga kerja yang tertinggi di Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, sawit merupakan salah satu potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan untuk memajukan Indonesia. Namun, upaya tersebut tidak akan tercapai jika tidak ada sinergi antara pemerintah dan pengusaha. Khususnya dalam meningkatkan ekspor, produktifitas, serta pengembangan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal tersebut disampaikan Kalla Saat memberikan sambutan dalam acara penganugerahan Indonesia Maju 2018-1019 di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (8/4/2019). "Dulu migas kita ekspor, nah sakarang kita impor. Kalau harga sawit turun, yang terkena dampak adalah petani-petani sawit kita. Maka yang bisa mengatasinya adalah entrepreneurship yang menguasai teknologi bersinergi dengan pemerintah," kata Kalla.

Pada kesempatan tersebut Jusuf Kalla menyerahkan Anugerah Indonesia Maju kategori Asosiasi Merah Putih kepada Ketua Umum GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Joko Supriyono. Sebagai asosiasi, GAPKI dinilai telah berperan sebagai motor, akselerator dan inovator dalam memperjuangkan kelapa sawit yang merupakan komoditas nasional di pasar global.

Selanjutnya Joko menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Warta Ekonomi dan Rakyat Merdeka. Joko bersyukur perjuangan GAPKI bersama dengan para petani dan tentunya pemerintah dalam memajukan industri sawit Indonesia serta melawan diskriminasi maupun kampanye negatif terhadap Industri nasional ini mendapatkan apresiasi dan perhatian dari masyarakat dan pemerintah.

Penjurian ajang penganugerahan ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan riset dan seleksi, yaitu riset kualitatif (desk research), media monitoring serta penilaian dewan juri yang terdiri dari Suryopratomo (pers); Rhenald Kasali (akademisi/ekonom); dan Tjipta Lesmana (akademisi/pakar politik).

"Penghargaan diberikan kepada tokoh maupun institusi yang visioner dan memiliki komitmen memajukan indonesia melalui visi-visinya," kat salah seorang dewan juri Suryapratomo.

Selain GAPKI, sejumlah menteri juga mendapatkan Anugerah Indonesia Maju antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri BUMM, Menteri ESDM, dan Menteri Keuangan. [ipe]

Komentar

x