Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 15:00 WIB
Hightlight News

Politisasi BUMN untuk Capres 01, Rohan Sindir Didu

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 9 April 2019 | 17:54 WIB
Politisasi BUMN untuk Capres 01, Rohan Sindir Didu
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Forum Humas BUMN Rohan Hafas menepis adanya pengerahan massa menyambut HUT BUMN pada 13 April 2019 untuk kampanye politik capres nomor urut 01, Joko Widodo.

Dia mengklaim, isu itu dimunculkan oleh pihak-pihak yang panik, karena pemilu akan berlangsung dalam waktu yang tidak lama lagi.

“Isu tersebut terlalu mengada-ada. Sebab, pada 13 April memang hari tanggal berulang tahunnya Kementerian BUMN dan kami ingin menggembirakan pegawai-pegawai BUMN atas kerja keras, kerja cerdas dan ikhlasnya. Membawa BUMN berkembang dan bersinergi sangat baik sehingga mampu mencatatkan laba hingga ratusan triliun, jauh lebih baik dibanding 2014, sewaktu awal ditangani Bu Rini,” kata Rohan di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Menurut dia, tempat pelaksanaan HUT BUMN itu haruslah besar dan memadai. “Karyawan BUMN itu ada 1 juta dari 143 perusahaan, untuk tempat yang paling cocok ya di Monas atau GBK. Jadi kalau dengan keluarga bisa 3 juta mungkin membuat panik di saat-saat masa kampanye, ya. Padahal kita merayakannya hanya internal. Mau kampanye apa kalau hanya internal,” ujar dia.

Adapun rangkaian HUT BUMN sudah dimulai sejak Februari 2019 dengan promosi aktivasi aplikasi LinkAja. Selain itu, ada juga kegiatan kerja bakti antara BUMN dan masyarakat untuk melakukan bersih-bersih lingkungan dan mengadakan kelas-kelas kreatif maupun magang bersertifikat sebanyak 11 ribu kesempatan magang kepada universitas-universitas di berbagai daerah seluruh Indonesia, khususnya daerah-daerah kecil seperti Ciamis, Tasik, dan lainnya.

“Jadi intinya, kami itu cuma ingin berulang tahun, tapi kayanya ada orang bekas petinggi BUMN yang sakit hati, karena baru dicopot dari jabatannya secara mendadak. Kami tidak mau mengomentari isu-isu kosong yang dilontarkannya,” ujar Rohan.

Waduh, pernyataan Rohan cukup pedas juga, Bisa jadi yang dimaksudnya adalah mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. Lantaran dialah yang pertama kali memblow-up masalah ini. [ipe]

Komentar

x