Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 04:41 WIB

Pencurian Ikan, KKP Minta Kemenlu Protes Malaysia

Kamis, 11 April 2019 | 09:09 WIB
Pencurian Ikan, KKP Minta Kemenlu Protes Malaysia
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Lantaran banyaknya kapal berbendara Malaysia 'nyolong' ikan di perairan Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ingin melayangkan surat protes.

Pihak KKP meminta Kementerian Luar Negeri untuk melayangkan nota protes kepada pemerintah Malaysia, terkait penangkapan kapal ikan berbendera Malaysia yang terlalu sering.

"Diharapkan Pemerintah Malaysia dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah kegiatan illegal fishing yang dilakukan oleh kapal-kapal perikanannya di perairan Indonesia," kata Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Agus menyatakan, upaya KKP dalam memberantas penangkapan ikan secara ilegal di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI), membuahkan hasil. Sudah banyak kapal ikan berbendera asing di WPP-NRI, termasuk kapal berbendera Malaysia tertangkap di WPP-NRI 571 Selat Malaka pada 3 April dan 9 April 2019. Aksi penangkapan dilakukan dua kapal pengawas perikanan KKP.

Terkait kronologinya, Agus memaparkan bahwa penangkapan kapal-kapal perikanan ilegal dilaksanakan oleh Kapal Pengawas Perikanan melalui prosedur penghentian, pemeriksaan dan penahanan terhadap kapal perikanan berbendera Malaysia oleh KP. Hiu 08 dilakukan pada 3 April 2019.

Diawali pada pukul 07.20 WIB, saat KP Hiu 08 mendeteksi di radar atas dua kapal ikan berbendera Malaysia di ZEEI Selat Malaka yaitu KM PKFB 1852 dan KM KHF 1256, kemudian KP Hiu 08 melakukan pengejaran terhadap dua kapal tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa KM PKFB 1852 berukuran 64.71 GT dengan alat tangkap trawl yang diawaki empat orang terdiri atas dua orang berkewarganegaraan Thailand termasuk nakhoda dan dua orang berkewarganegaraan Kamboja.

Sedangkan KHF 1256 berukuran 53.02 GT dengan alat tangkap trawl, diawaki oleh tiga orang berkewarganegaraan Thailand. Kedua kapal tersebut didapati tidak memiliki izin dari Pemerintah Indonesia dan menggunakan alat tangkap yang dilarang.

Selanjutnya kedua kapal dibawa ke Stasiun PSDKP Belawan untuk dilakukan proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan. Kemudian pada pukul 12.00 WIB, saat KP. Hiu 08 dalam proses membawa kapal tangkapan, mengidentifikasi kedatangan kapal Maritim Malaysia jenis speedboat dengan nama PENGGALANG 13 yang melakukan manuver dan mendekati kapal tangkapan serta KP. Hiu 08 yang berada di dalam perairan Indonesia. [tar]

Komentar

x