Find and Follow Us

Sabtu, 25 Mei 2019 | 01:29 WIB

Debat Capres Terakhir

Dicari Presiden yang Tak Doyan Utang dan Produktif

Sabtu, 13 April 2019 | 10:00 WIB
Dicari Presiden yang Tak Doyan Utang dan Produktif
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti senior Indonesia for Global Justice (IGJ), Olisias Gultom menyarankan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden menunjukkan kemampuan dalam meningkatkan produktivitas nasional demi pengendalian utang.

"Produksi nasional ditingkatkan menurut saya merupakan solusi dalam menjawab pengendalian utang dan kesejahteraan masyarakat. tidak ada pilihan lain," tutur Olisias di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Dia menjelaskan, tidak ada cara lain untuk bisa melunasi utang selain melakukan produksi, dengan meningkatkan hal tersebut dan menghentikan utangnya. Utang juga akan sulit terlunasi jika impor Indonesia masih tinggi.

Selain meningkatkan produksi, menurut peneliti IGJ tersebut, kedua paslon juga perlu melakukan pemanfaatan utang dengan mengevaluasi alokasi utang-utang di beragam sektor. "Kita lihat saja alokasi utang-utang tersebut, jadi kita evaluasi alokasi utang-utang selama ini ada di mana saja," tuturnya.

Olisias menilai, utang itu bukan dikontrol dalam angka-angka, namun pengendalian utang itu lebih terletak pada pemanfaatan utang tersebut. "Persoalannya kalau utang ini tidak dimanfaatkan dengan baik, kita akan jatuh ke lubang atau jebakan yang sama. Jika produksi kita tidak meningkat dengan baik, utang tersebut tidak ada manfaatnya juga," tuturnya.

Penelti tersebut juga melihat bahwa model utang saat ini berbeda, di mana tidak secara terbuka bisa dikatakan sebagai sebuah utang tapi modelnya dapat berbentuk investasi, melalui BUMN, atau lewat obligasi yang cenderung tidak terlihat secara kasat mata.

Sebelumnya Institute for Development of Economics and Finance (Ibdef) menilai rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) relatif masih aman, mengingat rasio utang terhadap PDB masih di bawah batas yang diperkenankan dalam UU sebesar 60% terhadap PDB.

Namun pihaknya mengingatkan bahwa mengukur utang tidak cukup hanya dengan melihat rasio, indikator-indikator lain juga harus diperhatikan salah satunya melalui surat utang pemerintah Indonesia yang dipegang oleh investor asing.

Debat terakhir pemilu presiden 2019 akan membahas sejumlah tema, di antaranya ekonomi dan kesejahteraan rakyat, keuangan, investasi dan industri. Debat yang akan digelar pada Sabtu, 13 April, itu akan menghadirkan kedua paslon baik paslon nomor urut 01 maupun paslon nomor urut 02, dan menjadi debat penutup dari seluruh rangkaian debat pemilu presiden yang dimulai sejak Januari 2019. [tar]

Komentar

Embed Widget
x