Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 17:30 WIB

Usai Lebaran PLN Akan Terbitkan Global Bond

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 18 April 2019 | 16:06 WIB
Usai Lebaran PLN Akan Terbitkan Global Bond
(Foto: ist)
facebook twitter

INILACOM, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menerbitkan surat utang global atau global bond pada semester satu tahun 2019. Adapun surat utang yang akan diterbutkan senilia USD 2 miliar.

Direktur Utama PT. PLN, Sofyan Basir mengatakan, penerbitan sutat utang ini untuk menambah modal perusahaan. Kemudian, untuk pelunasan utang yang sudah jatuh tempo.

"Mudah-mudahan semester ini mungkin setelah lebaran. Ini lagi dibuat beauty contestnya," kata Sofyan.

Namun, kata dia, saat ini perusahaan masih melakukan pembahasan mengenai penawaran tenor surat utang. Kata dia, ada dua kemungkinan yakni, antara 10 tahun atau 15 tahun.

"Pasti agak panjang 10-an, mungkin 2 tenor (10-15 tahun) aku belum dibahas detail," ujar dia.

Dia merinci, dengan uang ini perusahaan akan menyelesaikan beberapa proyek pembangunan pembangkit dan transmisi. Sisanya juga akan digunakan oleh perusahaan untuk melunasi utang yang jatuh tempo. Sayangnya, Sofyan enggan merinci porsi tersebut.

"Capex internal kan per tahun 90 trliun. Nah nanti itu ditambah sama Global bond buat modal proyek dan melunasi utang jatuh tempo," ujar Sofyan.

Ia merinci proyek tersebut antara lain adalah membangun transmisi dan mengejar elektrifikasi daerah terpencil. Ia mengatakan masih banyak proyek pembangkit dan juga pemasangan listrik gratis di daerah remote yang perlu dikejar penyelesaiannya tahun ini.

Sedangkan untuk tahun ini sendiri, sebelumnya, Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syfovi Felianty Roekman menjelaskan PLN akan ketambahan kapasitas 3.800 MW pada tahun ini.

"Ada beberapa power plant yang beroperasi di tahun 2023 dan 2024. Nanti yang paling besar di 2019 ini adalah mulai masuknya PLTU sizing 1.000 MW. Kami perkirakan di tahun ini ada tambahan sekitar 3.800 MW lagi," kata Sofyan.

Beberapa proyek tersebut bakal dikebut penyelesaiannya, sehingga dapat beroperasi pada triwulan III-2019. Seperti proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa 7 dengan kapasitas 1.000 MW, PLTU Cilacap Ekspansi 2 berkapasitas listrik 1.000 MW, dan PLTU Lontar yang berkapasitas 350 MW.

Sementara itu, pada 2020 mendatang, Syofvi mengatakan merupakan tahun di mana proyek-proyek dengan kapasitas besar yang meruapakan bagian dari proyek 35 ribu MW ini bakal beroperasi. Mereka menargetkan tahun depan, ada tambahan 10 ribu MW proyek-proyek pembangkit listrik bisa beroperasi.[jat]

Komentar

Embed Widget
x