Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 01:49 WIB

Wacana Pemerintah Gratiskan Raw Data Migas

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 19 April 2019 | 18:06 WIB
Wacana Pemerintah Gratiskan Raw Data Migas
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, pemerintah membuka peluang untuk menggratiskan raw data migas Indonesia untuk dapat diakses secara luas oleh investor.

Menurut Arcandra, ini dilakukan untuk menarik investor minyak dan gas bumi (migas) ke Indonesia. Namun, pembukaan akses data ini tidak akan melepaskan kontrol negara atas data itu. Negara, kata dia, masih memiliki kewenangan penuh terhadap data migas itu.

"Peraturan Menterinya akan kita terbitkan sekitar bulan Mei (2019), data dasar nanti itu free. Dengan dibukanya akses data ini kemungkinan untuk menemukan cadangan migas baru lebih terbuka kalau datanya lebih komprehensif," kata Arcandra di Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Dengan demikian, kedepan pihaknya akan mengundang Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). "Untuk mensosialisasikan kebijakan open data yang merupakan bagian dari program besar Big Data ini," ujar dia.

Kemudian, Kementerian ESDM akan menerapkan skema anggota dan non-anggota untuk kebijakan open data ini dan akan tetap pula melindungi data miliki KKKS yang berlaku empat tahun, enam tahun dan delapan tahun.

Akses data terbatas bagi yang bukan member, dan bagi yang menjadi member Pemerintah akan memberikan akses data bukan hanya sebatas raw data seismik.

"Namun termasuk juga untuk data olahan maupun data interpretasi," kata dia.

Arcandra menepis kebijakan ini seperti menjual kedaulatan negara. Karena kata dia, data migas ini masih dimiliki negara dan negara masih mempunyai kontrol penuh terhadap data ini.

"Ini bukan menjual kekayaan, data itu masih milik negara, kalau mereka KKKS sudah melakukan analisa dia bisa melakukan apa, tetap saja tidak bisa melakukan apa-apa, tetap saja mereka harus meminta izin untuk eksplorasi, negara tetap mengontrol data itu. Ini kita menjual data atau mencari minyak?, kan kita cari minyak, nah udah kalau gitu datanya kita berikan saja," ujar dia.

Kebijakan open data migas ini merupakan revisi dari Peraturan Menteri (Permen) ESDM 27/2006 mengenai pengelolaan dan pemanfaatan data migas, data eksplorasi, dan eksploitasi. Dengan kebijakan ini diharapkan investor akan tertarik untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di Indonesia sehingga dapat ditemukan cadangan-cadangan migas baru.[jat]

Komentar

x