Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 04:22 WIB

Kejar Setoran Migas, PEP Bor Ribuan Sumur

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 22 April 2019 | 04:09 WIB
Kejar Setoran Migas, PEP Bor Ribuan Sumur
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina EP (PEP), anak usaha PT Pertamina (Persero) menargetkan pengeboran 1.512 sumur di tahun ini. Terdiri dari 102 sumur bor, 264 sumur work over dan 1.146 sumur produksi.

Direktur Operasi dan Produksi, Pertamina EP, Chalid Said Salim mengungkapkan, pengeboran sumur itu untuk mendukung target produksi minyak dan gas bumi perusahaan.

Adapun Pertamina EP menargetkan akan memproduksi minyak sebesar 85 ribu barel per hari. Angka tersebut lebih tinggi dari target yang dipasang oleh Induk perusahaan yang sebesar 83.500 barel per hari.

"Yang paling banyak ini nanti ada di aset V. Ada 52 sumur. Jadi 50 persen lebih pekerjaan ada di aset V. Terutama ni di kalimantan. Jadi, kalau kita lihat masing masing aset cukup merata, ada 12-15 sumur dalam satu aset. Sedangkan di aset lima yang paling banyak. Nah inilah, yang kami pertahankan untuk mensupport target tadi," kta Chalid di Jakarta baru baru ini.

Sedangkan untuk gas, perusahaan mentargetkan produksi gas sebesar 970 mmscfd. Dari awal tahun hingga April, perusahaan bisa mencapai target tersebut sebesar 100%. Produksi gas terebut ditopang dari produksi sumur di asset 2.

Guna mencapai target itu perusahaan melakukan beberapa langkah strategis. Pertama, perusahaan melakukan pengeboran pada sumur sumur dengan tepat waktu. Hal itu penting kata Chalid untuk mencegah terjadinya penundaan pengerboran pada hari hari berikutnya.

"Struktur eksisting, kami memeprcepat dan tepat waktu kegiatan pesurmuran baik pengeboran. Makanya, kalau mised satu akan berdampak ke tahap berikutnya. Kami sih optimis, kami juga menjaga kehandalan fasilitas produksi," ujar Chalid.

Kedua, perusahaan akan melakukan integrasi dari fasilitas sumur yang ada. Ia menjelaskan misalnya pada Lapangan Akasia Maju, lokasinya yang berdekatan dengan Lapangan Jatibarang d Asset 3 membuat perusahaan melakukan pemanfaatan fasilitas dan penyambungan jalur pipa. Hal ini kata Chalid bisa meningkatkan efisiensi pengerjaan.

"Nah ni lagi ada early produksi pfasilitas dan jalur pipa dan pekerjaan sumur. Tadinya kan september, kami 1 juni sumur itu bisa mengalir. Misalnya lagi integrasi fasilitas di lapangan kayumerah dan lapangan alurgede, gas kita harus ada komitmen kan sama buyer, kalau minyak kan lebh besar," kata Chalid. [ipe]

Komentar

x