Find and Follow Us

Senin, 27 Mei 2019 | 17:24 WIB

Sukseskan Pemilu 2019

PLN Siagakan 2.500 Personil di Jawa Barat

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 22 April 2019 | 15:27 WIB
PLN Siagakan 2.500 Personil di Jawa Barat
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT PLN (Persero) menyiagakan 2.656 personel dan 57 posko siaga untuk Regional Jawa Bagian Barat selama 24 jam di seluruh titik pantauan lokasi Pemilu 2019.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Haryanto WS mengatakan, penyiagaan personel untuk menjaga pasokan listrik selama dalam proses perhitungan suara. Sebab, saat ini kata dia, masig dalam rangka siaga pemilu.

"Saat ini kami masih dalam rangka siaga pemilu, untuk itu seluruh personil Standby 24 jam terutama dilokasi pemilihan dan perhitungan, Segala langkah antisipatif telah kami lakukan semaksimal mungkin demi terlaksananya pemilu terang," kata Haryanto di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Posko-posko pemantauan pemilu juga masih diberlakukan untuk mempermudah pengawasan kondisi sistem kelistrikan. "Terutama di objek-objek vital pemilu seperti KPU dan KPUD," ujar dia.

Untuk diketahui daya mampu nasional Jawa Bali sebesar 34.669 MW, dimana beban puncak Jawa Bali pada 17 april kemarin yakni 18.087 MW (Siang) dan 21.044 MW (Malam). Dengan cadangan normal pembangkit terbesar disuplay dari paiton.

Sebelumnya untuk menyambut Pemilu serentak ini sejumlah upaya siaga telah dilakukan oleh PLN yakni: menetapkan Siaga Pemilu Presiden dan legislatif Tahun 2019 tanggal 17 Maret s.d 24 Mei 2019; menyiapkan SOP Khusus Sistem Tenaga Listrik Jawa Bali periode Pemilu Presiden dan legislatif Tahun 2019.

Menyiapkan Kecukupan pasokan daya dan cadangan sistem; menyiapkan Pembangkit dan transmisi agar andal dengan mengatur jadwal pemeliharan pembangkit dan transmisi diluar masa siaga Pemilu pilpres.

Melakukan Piket Siaga dan Pelaporan Kondisi Sistem Jawa Bali; meningkatkan kesiagaan, menjaga Keandalan dan Kualitas Pasokan Listrik pada semua Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Tidak melakukan pekerjaan/pemeliharaan yang dapat mengganggu pasokan listrik kecuali pekerjaan perbaikan yang disebabkan gangguan; meningkatkan koordinasi operasi antara Unit Pembangkit, Penyaluran dan Distribusi.

Meningkatkan koordinasi dengan aparat terkait untuk menjaga keamanan instalasi; apabila terjadi gangguan yang mengakibatkan kondisi defisit daya, akan diusahakan agar dampak sosial ke masyarakat minimum.

Untuk sistem kelistrikan dengan status siaga akan diupayakan dengan Captive Power dan UPS (Uniterruptible Power Supply, ACO TM (Automatic Change Over Switch Tegangan Menengah), ACO TR. [ipe]

Komentar

x