Find and Follow Us

Sabtu, 25 Mei 2019 | 01:23 WIB

Maret 2019, Jumlah Nasabah Mekaar Mendekati Target

Senin, 22 April 2019 | 17:50 WIB
Maret 2019, Jumlah Nasabah Mekaar Mendekati Target
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero/PNM) bertambah 400 ribu menjadi 4,42 juta nasabah sampai akhir Maret 2019.

"Alhamdulillah per akhir Maret kemarin kita sudah 4,42 juta nasabah.Dan penyaluran pembiayaan di atas satu juta nasabah, termasuk nasabah baru (tambahan) dan naik kelas," ujar Direktur Utama PNM Arief Mulyadi di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Arief menjelaskan bahwa untuk nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) pada akhir Maret 2019 mencapai 72 ribu nasabah. Sedangkan untuk penyaluran pembiayaan, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp3 triliun pada triwulan I-2019. "Sekitar Rp3 triliun kita menyalurkan pembiayaan pada triwulan pertama yang terdiri dari Rp2 triliun untuk Mekaar dan sekitar Rp900 miliar di program ULaMM," kata Arief.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) ONM mencapai 5,5 juta nasabah pada 2019.

Dia mengatakan, saat ini, sudah banyak nasabah Mekaar yang naik kelas, yaitu nasabah yang sudah maju usahanya di bawah mikro dengan pinjaman Mekaar dari PNM, kemudian dipercaya mendapatkan KUR dari perbankan agar usahanya lebih maju.

Sejak diluncurkan pada 2015, program Mekaar telah membantu banyak keluarga prasejahtera di Indonesia dengan memberikan pinjaman tanpa bunga bagi ibu-ibu yang ingin berwirausaha, serta pinjaman dapat dikembalikan dengan cicilan yang ringan.

Kelebihan Mekaar sendiri dibandingkan kredit usaha rakyat (KUR) yakni tidak membutuhkan pinjaman, tidak harus memiliki usaha dan hanya ditujukan bagi para ibu dari keluarga prasejahtera.

Besaran pinjaman yang dapat diperoleh para nasabah Mekaar berkisar Rp2 juta hingga Rp5 juta per nasabah, dengan skema cicilan (pinjaman Rp2 juta) Rp50.000 per minggu selama 50 minggu atau Rp90.000 per minggu selama 25 minggu. [tar]

Komentar

Embed Widget
x