Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 14:54 WIB

Resmi Dibuka, Yuk Intip Isi Museum Pertanian Bogor

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 23 April 2019 | 01:09 WIB
Resmi Dibuka, Yuk Intip Isi Museum Pertanian Bogor
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) pada Senin (22/4/2019) meresmikan Museum Pertanian di Jl Ir H Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat. Apa saja isinya?

Museum Pertanian ini diharapkan akan menjadi pusat edukasi sekaligus wisata bagi masyarakat khususnya kaum muda atau milenial yang ingin mengetahui sejarah pertanian yang ada di Indonesia.

Peresmian pembukaan Museum Pertanian ini dilakukan oleh Sekjen Kementerian Pertanian (Kementan) Syukur Iwantoro yang mewakili Menteri Pertanian (Mentan) Andi Arman Sulaiman yang berhalangan hadir. Dalam acara tersebut juga hadir para mantan menteri pertanian sebagai penggagas berdirinya museum ini.

"Alhamdulillah Kementerian Pertanian melalui Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (Pustaka) di Kota Bogor membangun Museum Tanah dan Pertanian," ujar Syukur.

Menurutnya, hadirnya Museum ini diharapkan akan menjadi icon Kota Bogor yang memiliki historis bernilai tinggi dan menjadi salah satu gedung heritage di Kota Bogor.

Seperti diketahui Meuseum Pertanian ini memang berada satu kawasan dengan Museum Tanah yang lewah awal sudah ada. Museum Tanah ini sendiri telah berdiri sejak tahun 1988. Sehingga nilai-nilai heritage dan nuansa peninggalan Belanda sangat kental di bangunan ini.

Arman berharap dengan hadirnya Museum Pertanian ini akan menjadi sarana edukasi, penelitian dan wisata bagi para peneliti, pelajaran, mahasiswa, dan masyarakat umum.

"Museum Pertanian ini diharapkan dapat menggambarkan kondisi pertanian masa lalu, kebijakan dan program pertanian saat ini dan bagaimana mimpi pembangunan pembangunan di masa depan," ungkapnya.

Di dalam Museum Pertanian ini juga menampilkan perjalanan 28 menteri dan wakil menteri yang berperan dalam sejarah pembangunan pertanian Sehingga Museum ini diberi teman '"Linking the Past to The Future".

Museum Pertaninan ini terdiri dari tiga lantai yang menceritakan sejarah pertanian. Untuk lantai pertama yang dinamakan Galeri Pangan dan Peradaban Pertanian berisi dokumentasi dan alat-alat tradisional yang digunakan oleh masyarakat untuk bertani. Sehingga ketika pengunjung masuk mereka seakan bernostagia dengan masa lalu.

Di lantai ini pengunjung akan disajikan dengan berbagai jenis hasil pertanian. Setidaknya ada 300 varietas padi yang telah dikembangkan di seluruh Indonesia dan tanaman lain seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar dan lain-lain. Selain di lantai satu juga terdapat minitur Subak yang merupakan organisasi pengelolaan air irigasi pertanian di Bali yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia sejak 2012 oleh UNESCO.

Di lantai dua Museum Pertanian yang dinamakan Galeri Kebijakan dan Komoditas inni masih menyajikan suasana tempo dulu karena mengupas tentang sejarah masuknya para tokoh-tokoh yang berjasa dalam dunia pertanian. Kebanyakan tokoh tersebut memang berasal dari Belanda karena memang saat itu Indonesia masih di jajah oleh Belanda. Bahkan dipintu masuk lantau dua, pengunjung langsung disajikan oleh gambar dan miniatur kapal dari VoC Belanda.

Selain sejarah, di lantai dua juga memamerkan hasil-hasil pertanian unggulan di Indonesia mulai dari era penjajahan Belanda hingga saat ini seperti beras, jagung kelapa sawit, dan berbagai macam rempah-rempah.

Di lanai dua ini jug terdapat coffee corner yang menyajikan kopi-kopi yang ada di seluruh Indonesia. Sehingga pengunjung bisa menikmatinya sambil melihat lihat koleksi di museum ini.

Beranjak ke lantai tiga yang dinamakan Galeri Pertanina masa Depan, Kementan ingin menunjukkan kepada pengunjung Museum Pertanian soal mimpi dan target yang akan dicapai oleh Indonesia di sektor pertanian masa depan.

Salah satu produk masa depan yang di pamerkan di lantai ini adalah olahan kepala sawit menjadi bio diesel atau B100 yang masih terus dikembangkan. [ipe]



Komentar

x