Find and Follow Us

Senin, 27 Mei 2019 | 17:22 WIB

Pasca Pemilu 2019

PLN: Konsumsi Setrum Jawa-Bali Belum Normal

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 23 April 2019 | 05:09 WIB
PLN: Konsumsi Setrum Jawa-Bali Belum Normal
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT. PLN (Persero) Haryanto WS mengatakan, konsumsi listrik di wilayah Jawa-Bali seusai pencoblosan Pemilu pada 17 April 2019, belum kembali normal.

Menurut dia, daya mampu sistem kelistrikan Jawa Bali sebesar 34.669 Mega Watt (MW), dengan beban puncak pada siang di Jawa-Bali. Pada 17 April turun 5 ribu MW dari kondisi normal untuk malam hari. Dan, turun 6 ribu MW dari kondisi normal di siang hari. "Jawa Bali, beban malam turun sekitar 5.000 MW, beban siangnya 6.000 MW. Jadi ini cukup signifikan," kata Haryanto, di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Ia mengungkapkan, penuruanan konsumsi listrik di Jawa Bali karena berkurangnya aktivitas industri, akibat libur pelaksanaan pemilu serentak pada 17 April 2019.

Nah, sampai saat ini konsumsi listrik belum kembali normal. Masih kurang 1.000 MW dari kondisi normal. Namun dia optimis konsumsi listrik meningkat. Seiring dengan aktifitas industri dan bisnis yang sudah mulai normal pasca pemilu.

"Saat ini masih belum normal, masih turun sekitar 1.000 MW, kita harapkan setelah minggu ini akan recovery semua akan berjalan dengan normal kembali, pabrik, kantor akan bekerja normal," kata dia.

Menurut Haryanto, prediksi penurunan konsumsi listrik tidak sesuai prediksi. Namun, PLN bisa mengantisipasinya, sehingga tidak ada kendala pasokan listrik saat pemilu. "Prediksi beban tanggal 17 April sekitar 16.000 MW, ternyata realisasinya sekitar 17.000 MW. Tetapi beban malamnya kita prediksi 22. 000 MW, tapi realisasinya hanya 21.000 MW. Jadi ada sedikit perbedaan, tapi alhamdulillah tidak ada perbedaan yang besar sehingga PLN bisa mengantisipasi semuanya," kata dia. [ipe]

Komentar

x