Find and Follow Us

Sabtu, 25 Mei 2019 | 01:18 WIB

Siti Sebut Reklamasi Hutan Eks Tambang Masih Minim

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 23 April 2019 | 13:50 WIB
Siti Sebut Reklamasi Hutan Eks Tambang Masih Minim
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, mengungkapkan, sebanyak 2.145 Daerah Aliran Sungai (DAS) tergolong rusak. Perlu segera dipulihkan. Yang sudah diperbaiki cuman secuil.

Salah satu penyebab kerusakan DAS adalah kegiatan-kegiatan non-kehutanan, termasuk kegiatan pertambangan. Dengan begitu, kegiatan pertambangan pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) wajib ikut berperan-serta dalam upaya pemulihan melalui reklamasi hutan bekas tambang serta rehabilitasi DAS.

"Sampai dengan periode bulan Maret 2019 catatan kami menunjukkan pelaksanan reklamasi oleh pemegang IPPKH seluas 31.3512,67 Ha (37,75 %) dari total luas lahan yang telah dibuka seluas 83.467,74 Ha," kata Siti dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Reklamasi Hutan dan Rehabilitasi DAS, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Sementara pelaksanaan rehabilitasi DAS baru mencapai seluas 50.827,65 Ha atau 18,19 % dari total luas rehabilitasi DAS seluas 527.984,32 Ha. Dan pelaksanaan reboisasi lahan kompensasi baru mencapai 151,82 Ha ( 1,39 %) dari total luas lahan IPPKH wajib reboisasi kompensasi seluas 10.789,09 Ha.

"Berdasarkan hal tersebut, diperlukan upaya percepatan guna mendorong Pemegang IPPKH untuk melaksanakan kewajiban Reklamasi Hutan dan Rehabilitasi DAS sesuai ketentuan dan tepat waktu," kata Siti.

Siti juga meminta praktisi pertambangan dan aparat penentu kebijakan, kerja sama dalam reklamasi hutan dan pemulihan DAS. Sinergi dan dukungan para pihak senantiasa diperlukan guna percepatan keberhasilan kegiatan tersebut.

"Sebagaimana diketahui, kita semua hidup dalam DAS dan dihidupi oleh DAS. DAS yang rusak akan menjauhkan kita semua dari hidup yang sejahtera. DAS yang rusak akan menghadirkan beragam bencana dan penurunan produktifitas," kata dia.

Sebaliknya, kata dia, DAS yang sehat akan menghadirkan kesejahteraan dan lingkungan hidup yang sehat. DAS Sehat Masyarakat Sejahtera bukanlah slogan semata. Sektor kehutanan tidak bisa mewujudkan DAS sehat sendirian. "Saya harap kita semua seiring seirama dalam mewujudkan DAS sehat sesuai dengan tugas dan kewenangan kita," ujar dia.[ipe]

Komentar

Embed Widget
x