Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 17:38 WIB

Stabilkan Harga Pasar

Kementan Akui Masih Terus Impor Bawang Putih

Oleh : Ajat M Fajar | Rabu, 24 April 2019 | 03:08 WIB
Kementan Akui Masih Terus Impor Bawang Putih
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mengakui harga bawang putih dipasaran melambung tinggi karena ketersediaan stok yang sedikit.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah melakukan langkah-langkah, salah satunya memutuskan impor bawang putih untuk menstabilkan harga di pasaran.

"Ya pemerintah sudah melakukan langkah-langkah terobosan diantaranya untuk percepatan Bulog dalam waktu dekat sebagai lembaga stabilitas harga sudah dibuka izin untuk impor bawang putih. Ya karena kita memang belum menghasilkan, lagi berupaya untuk meningkatkan produksi bawang putih," ujar Sekjen Kementan, Syukur Iwantoro beberapa waktu lalu.

Dia mengakui sejak dua tahun terakhir Indonesia memang masih menerapkan kebijakan impor bawang putih karena belum bisa mencukupi permintaan pasar.

"Karena secara agroklima di Indonesia itu hanya bisa ditanam didaerah pengunungan dataran tinggi disitu. Tapi sekarang dengan adanya kebijakan pemerintah yaitu setiap importir itu 5% dari total impor itu harus menanam, itu sudah ada gerakan-gerakan untuk meningkatkan produksi tapi perlu waktu," jelasnya.

Syukur mengatakan, pihaknya saat ini sudah mulai melakukan langkah-langkah agar produksi bawang putih dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan.

Sebab saat ini produksi bawang putih dalam negeri baru diperkirakan baru mencapai 10%. "Kita 2-3 tahun berikutnya pak Dirjen hortikultura sudah mencanangkan mudah-mudahan pada 2021-2022 kita sudah minimal ada 80-90 persen kita sudah bisa produksi sendiri," katanya.

Upaya pemerintah dalam menggenjot produksi bawang putih agar target tahun 2021-2022 bisa mencapai 80-90% dengan cara memberika stimulus kepada para petani atau produsen lokal berupa penyediaan bibit unggul.

"Ya stimulasinya itu dengan kita menyediakan bibit-bibit unggul yang bersetifikat. Badan litbang kita kerahkan untuk menghasilkan itu dan juga kita mendatangkan bibit unggul dari luar yang secara DNA tidak jauh berbeda dengan bawang putuh yang ada di Indonesia," terangnya.[jat]

Komentar

x