Find and Follow Us

Sabtu, 25 Mei 2019 | 01:18 WIB

Pertamina dan Aramco Belum Jodoh di Balikpapan

Rabu, 24 April 2019 | 18:00 WIB
Pertamina dan Aramco Belum Jodoh di Balikpapan
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero), Ignatius Tallulembang - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Nasib kerja sama antara Pertamina (Persero) dengan Saudi Aramco dalam membangun refinery development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan, masih alot. Keputusannya menunggu Juni 2019.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero), Ignatius Tallulembang, mengatakan, pada Juni 2019 akan dilakukan negosiasi terkait valuasi aset Kilang Balikpapan. Di mana, Pertamina sudah mengajukan angkanya namun masih belum disetujui pihak Aramco.

"Juni kita kembali bertemu untuk negosiasi. Kalau masih belum ketemu, ya berarti belum. Tetapi, Pertamina tetap akan melanjutkan proyek ini sesuai rencana. Kami yakin bisa," ungkap Lette, sapaan akrabnya di Gedung Pertamina, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Dalam kerja sama dengan Aramco di Kilang Balikpapan, kata Lette, ada tiga poin penting yang disepakati. Yakni, Aramco meminta insentif pajak, kepastian lahan serta spin off. Terkait klausul spin off ini, Aramco memita Pertamina melakukan valuasi aset Kilang Balikpapan.

Berdasarkan aturan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang berwenang melakukan valuasi aset adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Selanjutnya Pertamina menunju KJPP Antonius melakukan valuasi aset Kilang Balikpapan.

Ketika Pertamina menyerahkan hasil valuasi aset KJPP Antonius itu, pihak Aramco kurang sreg. Kemudian disepakati menunjuk konsultan independen berkelas dunia, PricewaterhouseCooper (PwC).

Alih-alih sepakat dengan valuasi aset versi PwC, Aramco makin keukeuh tidak sepakat. Hanya saja, dirinya enggan menyebut berapa hasil valuasi aset yang dilakukan KJPP Antonius maupun PwC. "Padahal hasilnya lebih bagus, tetapi tetap belum ketemu," papar Lette.

Atas berlikunya proses negosiasi dengan Aramco, dirinya masih menyimpan optimis. Namun, apabila Pertamina tidak 'berjodoh' dengan Aramco di Kilang Balikpapan, tidak ada pilihan. "Ya dengan terpaksa kita akan carikan solusinya. Yang jelas kami optimis bisa jalan rencana RDMP Kilang Balikpapan," pungkasnya. [ipe]

Komentar

x