Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 04:19 WIB

Sambangi Universitas Andalas

Bos BTN Dorong Kampus Melek Teknologi Digital

Rabu, 24 April 2019 | 19:08 WIB
Bos BTN Dorong Kampus Melek Teknologi Digital
(Istimewa)

INILAHCOM, Padang - PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero/BBTN), menilai era industri 4.0 tidak bisa dihindari. Dan, dunia pendidikan perlu dibekali pengetahuan yang sesuai zaman. Agar lulusannya melek teknologi digital.

Direktur Utama BBTN, Maryono mengatakan, dunia mengalami revolusi teknologi dengan cepat dalam dua abad terakhir. Hal ini mengubah cara manusia bekerja, berkehidupan dan berinteraksi satu sama lain. "Revolusi teknologi digital ini menimbulkan "Disruption" pada hampir seluruh bidang bisnis di dunia," kata Maryono saat memberikan kuliah umum dihadapan ribuan mahasiswa Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Rabu (24/4/2019)

Menurut Maryono, dalam menghadapi disruption tersebut, diperlukan sebuah terobosan dalam leadership style dan cara memimpin organisasi. Penelitian dari Effective Leadership in Digital Age Research, memaparkan empat hal yang perlu dilakukan oleh pemimpin dalam industri 4.0. Pertama, Customer Centric yakni menselaraskan struktur, proses, dan strategi terhadap pengalaman customer yang tanpa batas memprioritaskan pengembangan yang mengacu pada kebutuhan pelanggan.

Kedua, Adaptive & Data Driven yakni memiliki kemampuan beradaptasi dan me-reorganisasi peluang serta merangkul ketidakpastian menggunakan Big Data sebagai dasar pengambilan keputusan. Ketiga, Technology Savvy yakni Memahami Integrasi dan Aplikasi dari Teknologi terhadap Bisnis serta keempat Visionary yakni Memiliki Visi dan Misi yang kuat dan kemampuan mengkomunikasikannya.

Maryono menambahkan, Leadership 4.0 merupakan solusi pendekatan gaya kepemimpinan dalam menghadapi era digitalisasi. "Seorang pimpinan harus mampu menyederhanakan proses pengambilan keputusan. Digital leaders akan cenderung lebih transparan dan akan mendistribusikan pengambilan keputusan di seluruh bagian organisasi," ungkapnya.

Selain itu, pimpinan juga harus mampu memprioritaskan keragaman dan inklusi. Perusahaan memiliki banyak program terkait keragaman, memahami dampak positif keragaman pada budaya dan menyamakan peningkatan keragaman dan kinerja keuangan.

Lalu mendengarkan eksekutif muda. Generasi millenial akan menduduki 50 persen dari angkatan kerja saat ini, dan mereka akan mempunyai kendali untuk mengubah budaya korporasi. Dan terakhir berinvestasi pada teknologi generasi masa depan.

"Saat ini, lebih dari 50 persen pemimpin telah bekerja mengandalkan kecerdasan buatan atau biasa disebut artificial intelligence (AI) dan pembelajaran mesin (machine learning)," urainya.

Dengan pendekatan Leadership 4.0, lanjut Maryono, beberapa fakta menunjukkan dampak yang signifikan dari sisi pertumbuhan profit, kepuasan karyawan, dan tingkat turnover karyawan.

Berdasarkan Survei Oxford Economics-SAP terhadap lebih dari 4.000 eksekutif di 21 negara (2015), disebutkan, hanya 1 dari 5 eksekutif yang dianggap layak disebut sebagai digital leader. Dari survei itu, sebanyak 87% karyawan di perusahaan-perusahaan yang dipimpin oleh digital leadership merasakan tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi. Dan, sekitar 76% ekskutif yang termasuk digital leader, membawa perusahaannya memperoleh profit lebih besar dibandingkan dengan eksekutif lainnya.

Sebanyak 80% digital leader membuat keputusan berdasarkan data, dan 63% di antaranya menyatakan perusahaannya mampu membuat keputusan secara real time. Tingkat turn-over karyawan lebih rendah di perusahaan dengan gaya kepemimpinan yang inklusi, mudah berbaur, dan struktur yang lebih dinamis. "Universitas dapat mendukung pembentukan Kepemimpinan 4.0 melalui kombinasi pengembangan beberapa fundamental dan modern soft skill," terang Maryono.

Rektor Universitas Andalas Prof Tafdil Husni, mengungkapkan, salah satu kunci keberhasilan adalah orang yang menguasi teknologi dan kedepan perlu di dorong agar dunia pendidikan untuk menguasai teknologi. Karena itu kerjasama dengan bank BTN sangat penting dilakukan dalam rangka sinergi.

Kerja sama dan sinergi dengan BTN ini, kata dia, tidak hanya dari sektor pembiayaan perumahan saja, tetapi juga banyak hal yang dapat dilakukan. "Sekarang bisnis sukses itu adalah siapa yang cepat menguasai teknologi, dia yang terdepan," ungkap Tafdil. [tar]

Komentar

Embed Widget
x