Find and Follow Us

Sabtu, 25 Mei 2019 | 01:26 WIB

Proyek Kilang Pertamina Berkonsep Ramah Lingkungan

Kamis, 25 April 2019 | 07:09 WIB
Proyek Kilang Pertamina Berkonsep Ramah Lingkungan
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) optimistis realisasi megaproyek kilang ramah lingkungan bisa terlaksana dengan lancar. Serta mampu memenuhi kebutuhan BBM dan Petrokimia dalam negeri.

Proyek-proyek kilang itu akan meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar Pertamina dari saat ini sebesar 600.000 barel per hari (bph) menjadi 1,7 juta bph.

Megaproyek kilang tersebut adalah 4 proyek perluasan (Refinery Development Master Plan/RDMP) yakni RDMP Refinery Unit (RU) V Balikpapan; RDMP RU IV Cilacap; dan RDMP RU VI Balongan, RDMP RU II Dumai, serta 2 proyek Pembangunan Kilang Minyak dan Petrokimia (Grass Root Refinery/GRR) Tuban dan GRR Bontang.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Tallulembang mengatakan, Pertamina mempercepat penyelesaian proyek kilang. Agar bisa segera memberi manfaat kepada rakyat, diantaranya menghasilkan bahan bakar yang ramah lingkungan, mengurangi impor BBM dan Petrokimia, meningkatkan cadangan devisa dan penerimaan pajak. "Megaproyek kilang minyak ini akan mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat keuangan negara," kata Tallulembang kepada media di Gedung Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Menurut Tallulembang, tahapan setiap proyek lebih cepat dari jadwal normal. Hal tersebut terlihat pada rincian pencapaian inisiatif dan rencana strategis ke depan megaproyek-megaproyek kilang Pertamina tersebut. Pada 2018, Proyek GRR Tuban telah mencapai sejumlah target strategis antara lain penyelesaian bankable feasibility study (BFS), tender seleksi process licensor, general engineering design (BED) dan front end engineering design (FEED); serta izin penetapan lokasi lahan eks masyarakat seluas 493 ha dari Gubernur Jawa Timur.

Target selanjutnya adalah penandatangan kontrak process licensor, general engineering design consultant, dan PMC, pengoperasian perusahaan patungan secara penuh, pelaksanaan pembebasan lahan tahap II, dan pelatihan tenaga kerja lokal.

Untuk RDMP Balikpapan, lanjutnya, pencapaian strategis pada 2018 antara lain penandatanganan kontrak engineering, procurement, and construction (EPC) ISBL OSBL pada 10 Desember 2018, penyelesaian pekerjaan pendahuluan (early works) tahap I seperti apartemen, site development tahap I, dan jetty, persetujuan FID RDMP tahap I dan II, perolehan izin amdal, serta pelatihan 924 tenaga kerja lokal.

Sedangkan, langkah selanjutnya dari RDMP Balikpapan antara lain pelaksanaan EPC ISBL OSBL, pendirian PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), penyelesaian pekerjaan early works tahap II seperti site development tahap II dan Lawe-lawe, pengendali banjir kilang dan aprtemen, serta modifikasi 34 unit tangka, dan penyelesaian bidding paket EPC Lawe-lawe.

Proyek RDMP Cilapap, pencapaiannya antara lain perolehan sejumlah izin seperti penetapan lokasi, amdal, RTRW, dan relokasi fasilitas publik, pembebasan lahan KIC, studi BED, memperoleh konfirmasi pendahuluan tax holiday, dan perolehan izin prinsip spin off aset RU Cilacap dari Menteri BUMN.

Target RDMP Cilacap, lanjutnya, antara lain penyelesaian kesepakatan JVDA dan valuasi aset dengan mitra Saudi Aramco, persetujuan pre investment decision, pelaksanaan early works seperti site development, rute ulang jalan, dan fasilitas umum, serta penyelesaian engineering proyek. [ipe]

Komentar

x