Find and Follow Us

Sabtu, 25 Mei 2019 | 01:17 WIB

Kredit Bank Tertolong Tambang dan Infrastruktur

Kamis, 25 April 2019 | 09:09 WIB
Kredit Bank Tertolong Tambang dan Infrastruktur
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang kuartal I-2019, kredit perbankan tumbuh 11,55% secara tahunan (year on year/yoy). Ditopang pembiayaan ke sektor tambang dan konstruksi.

"Pertumbuhan kredit sektor pertambangan dan konstruksi meningkat signifikan masing-masing tumbuh 31,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan 27,1 persen (yoy)," kata Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis OJK, Anto Prabowo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Sementara, kredit perbankan untuk industri pengolahan yang merupakan salah satu sektor dengan porsi kredit terbesar, naik 9,5% (yoy). Pertumbuhan industri perbankan itu juga ditopang penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Di mana, DPK perbankan itu tumbuh 7,18% (yoy).

Meskipun OJK mengklaim pertumbuhan DPK itu masih baik, namun angka pertumbuhan pendanaan itu jauh lebih rendah dibanding pertumbuhan kredit yang mencapai 11,55%.

Dalam hal ini, OJK mengklaim fungsi intermediasi masih didukung likuiditas perbankan yang terjaga pada level yang memadai, yang tercermin dari rasio kecukupan likuiditas (liquidity coverage ratio) dan rasio alat likuid/non-core deposit masing-masing sebesar 201,03% dan 113,18%.

Sedangkan jumlah total aset likuid perbankan mencapai sebesar Rp1.250 triliun pada akhir Maret 2019. "Itu juga berada pada level yang cukup tinggi untuk mendukung pertumbuhan kredit ke depan," ujar Anto.

Adapun permodalan industri perbankan ditunjukkan dengan Kecukupan Modal Inti (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan yang menjadi 23,97% pada Maret 2019. [tar]

Komentar

Embed Widget
x