Find and Follow Us

Senin, 27 Mei 2019 | 17:40 WIB

Pengamat: Dongkrak Ekspor ASEAN dengan ATISA

Jumat, 26 April 2019 | 09:09 WIB
Pengamat: Dongkrak Ekspor ASEAN dengan ATISA
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat perdagangan internasional UI, Fithra Faisal Hastiadi, menyebut, kesepakatan perdagangan jasa ASEAN (ASEAN Trade in Services Agreement/ATISA) berpotensi menumbuhkan ekspor hingga 20%.

Fithra dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis (25/4/2019), mengatakan, kesepakatan itu bisa memberikan dampak positif kepada peningkatan kinerja sektor jasa dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Ia menambahkan, melalui penguatan kemitraan dalam sektor jasa di kawasan ASEAN, secara tidak langsung berdampak positif kepada kinerja perdagangan barang. "Ketika kita mempercepat atau mempertegas keikutsertaan kita di sana (perdagangan jasa), korelasinya cukup positif terhadap trade in goods juga," katanya.

Namun, Fithra mengingatkan, Indonesia harus terus berupaya untuk meningkatkan basis daya saing sektor jasa yang saat ini masih tertinggal dengan negara tetangga, terutama Singapura. "Tapi memang secara tren, tren sektor jasa di Indonesia cukup positif," ungkapnya.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif Apindo, Danang Girindrawardana mengingatkan, pemerintah sebaiknya mengarahkan ekspor dalam bentuk tenaga kerja terlatih dan terdidik ke berbagai negara melalui ATISA.

Selama ini, menurut dia, Indonesia sudah melakukan berbagai kerja sama dengan negara-negara di Asia, mulai dari Jepang hingga Hong Kong, mengenai pengiriman tenaga kerja terampil dan terdidik. "Potensinya besar. Ini yang skilled labour ya. Indonesia potensial di situ," ujarnya.

Oleh karena itu, Danang mengharapkan komitmen ATISA mampu mengatasi hambatan pengiriman tenaga kerja terampil dan terdidik dari Indonesia. "Selama ini kan berbagai negara punya ketentuannya masing-masing. Semoga dengan ini semakin jelas," ujarnya.

Berdasarkan data Sekretariat ASEAN, nilai ekspor jasa di kawasan telah meningkat tiga kali lipat dari 113,4 miliar dolar AS pada 2005 menjadi 360,5 miliar dolar AS pada 2017.

Dalam periode yang sama, impor jasa ASEAN menyentuh nilai 342,7 miliar dolar AS pada 2017 atau mengalami kenaikan dari 140,8 miliar dolar AS pada 2005.

Sementara itu, hingga akhir 2018, total nilai ekspor jasa Indonesia telah mencapai 27,93 miliar dolar AS dengan impor jasa sebesar 35,03 miliar dolar AS. Sebelumnya, Menteri Perdagangan se-ASEAN di Thailand menyepakati dua perjanjian untuk mengurangi hambatan perdagangan jasa yaitu protokol keempat amandemen ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA) dan ATISA.

Kesepakatan ATISA yang berlaku 180 hari sejak penandatanganan ini diharapkan mampu meningkatkan standar dan transparansi sekaligus mengurangi hambatan dagang dalam sektor jasa ASEAN.[tar]

Komentar

x