Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 13:28 WIB

Operasi Ditunda, Pertamina Siapkan Avtur di BIY

Selasa, 30 April 2019 | 10:09 WIB
Operasi Ditunda, Pertamina Siapkan Avtur di BIY
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Yogyakarta - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, memastikan pasokan dan penyaluran avtur untuk pesawat di Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang sebentar lagi beroperasi.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region IV, Tengku Fernanda mengatakan, saat ini, Pertamina mengoperasikan kantor satelit atau kantor pengawas di Bandara NYIA, sambil menunggu pembangunan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) yang akan rampung pada Oktober 2020.

Rencananya, fasilitas DPPU tersebut akan dilengkapi dengan 4 (empat) tangki timbun dengan kapasitas masing-masing sebanyak 1.000 Kiloliter (KL) juga fasilitas pengisian avtur Fuel Hydrant System atau melalui dengan sistem bawah tanah sebanyak 44 unit.

"Fuel Hydrant System ini dibangun untuk memenuhi standar operasional distribusi bahan bakar di Bandara Berskala Internasional sehingga tidak perlu lagi mobil tangki hilir mudik dari pesawat satu ke yang lainnya," ujar Tengku.

Tengku mengatakan, meskipun saat ini baru berupa kantor satelit, namun pelayanan Avtur di NYIA telah dapat disalurkan menggunakan 2 (dua) unit kendaraan refueller dengan kapasitas masing-masing 16 Kiloliter (KL) dan 6 tangki modular avtur dengan kapasitas masing-masing 23 kiloliter (KL). Jumlah tersebut terbilang cukup mengingat rata-rata konsumsi di bandara NYIA saat ini kurang lebih 10 KL per hari.

Ia menambahkan, untuk pasokan avtur di bandara NYIA akan disuplai dari Terminal BBM Rewulu, dengan alternatif titik suplai dari Terminal BBM Cilacap. Saat ini, konsumsi avtur untuk pesawat udara di wilayah Provinsi DI Yogyakarta berkisar antara 200 KL perhari.

"Jumlah tersebut berasal dari penyaluran avtur di bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Dengan beroperasinya bandara NYIA, Pertamina memprediksi akan terjadi peningkatan konsumsi avtur sebanyak 5-10% atau sebanyak 210-220 KL per harinya. Tentu nantinya jumlah tersebut akan terus naik seiring bertambahnya jumlah penerbangan," tambah Tengku.

Dalam memenuhi kebutuhan avtur di bandara NYIA, pihak Pertamina juga terus berkoordinasi dengan otoritas bandara sebagai salah satu upaya yang maksimal seiring akan dioperasikannya bandara tersebut. "Secara keseluruhan Pertamina telah siap dan kami memastikan pasokan dan penyaluran avtur di bandara NYIA aman," kata Tengku. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x