Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 06:14 WIB

Kiblat Fesyen Muslim Dunia 2020, Ya Indonesia

Kamis, 2 Mei 2019 | 03:09 WIB
Kiblat Fesyen Muslim Dunia 2020, Ya Indonesia
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Perindustrian mendorong pengembangan industri fesyen muslim di tanah air. Targetnya, Indonesia menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia pada 2020.

"Peluang pasar fesyen muslim di global maupun domestik masih sangat besar. Untuk itu, harus diisi oleh industri fesyen muslim dari dalam negeri," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Airlangga menyampaikan hal itu saat membuka Pameran Muslim Fashion Festival (Muffest) 2019 di Jakarta. Kata dia, perkembangan jumlah umat Islam dunia menjadi salah satu pemicu utama yang mendorong pertumbuhan industri fesyen muslim. Pada 2018, jumlah populasi umat Islam mencapai 24 persen dari total penduduk muslim dunia.

The State Global Islamic Economy melaporkan, konsumsi fesyen muslim dunia, saat ini, mencapai US$270 miliar. Diproyeksikan bakal terus meningkat dengan laju pertumbuhan 5%, sehingga pada 2023 bakal menyentuh angka US$361 miliar. Sementara, konsumsi fesyen muslim di Indonesia berada di angka US$20 miliar dengan pertumbuhan 18,2% per tahun.

"Satu hal yang membanggakan bagi kita bersama adalah peningkatan prestasi Indonesia di dunia internasional yang sangat signifikan. Sesuai data dari The State of Global Islamic Economy Report 2018/2019, Indonesia merupakan runner up negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab," kata Ketum Partai Golkar ini.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa selangkah lagi Indonesia dapat berada pada urutan pertama dan menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia.
"Menyongsong tahun 2020 yang hanya tinggal beberapa bulan lagi, kita harus segera mendeklarasikan bahwa Indonesia siap menjadi pusat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Kemenperin siap mengawal untuk mewujudkannya," kata Airlangga. [tar]

Komentar

x