Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 21:52 WIB

ITB Temukan Teknologi CPO Jadi Premium Nabati

Kamis, 2 Mei 2019 | 15:55 WIB
ITB Temukan Teknologi CPO Jadi Premium Nabati
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah periset asal ITB berhasil menemukan teknologi pengolahan minyak sawit menjadi bensin nabati berkualitas tinggi. Temuan ini membuat Uni Eropa panik.

"Mereka panik setelah kita bisa mengubah minyak sawit menjadi bahan bakar dan CPO kita serap sendiri," kata akademisi Reaksi Kimia dan Katalis Institut Teknologi Bandung (ITB), IGB Ngurah Makertiharta yang memimpin riset pengolahan minyak sawit menjadi bensin di Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/5/2019).

Belum lama ini, Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis ITB, menemukan teknologi anyar yang memungkinkan minyak sawit (crude palm oil/CPO) menjadi bahan bakar non-fosil (nabati) dengan katalis.

Inovasi terbaru ini dilakukan karena melimpahnya minyak sawit di Indonesia dan Uni Eropa menolak pemakaian minyak sawit Indonesia.

Indonesia merupakan produsen utama minyak sawit dunia dengan total produksi 46 juta ton per tahun. Tapi, baru tiga juta ton per tahun yang dapat diolah menjadi PKO (Palm Kernel Oil). Karena itu, banyak kementerian dan pengusaha swasta yang memberikan dukungan kepada ITB mengembangkan inovasi ini.

Mekartiharta mengatakan, inovasi bahan bakar nabati dari minyak sawit ini sebenarnya juga dilakukan oleh Eropa di Singapura. Bahan baku yang digunakan adalah minyak sawit dari Indonesia. "Pabrik itu untuk menghasilkan drop-in diesel di Singapura tapi milik Eropa," katanya.

Guru besar ITB ini, mengatakan, jika konversi minyak sawit menjadi bensin nabati ini dilakukan secara masif, harga kelapa sawit dari petani akan terdongkrak dan membuat pekerja di perkebunan sawit lebih menikmati hasilnya. [ipe]

Komentar

x