Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 17:35 WIB

Tak Becus Turunkan Tiket, Rizal Kritik Kemenhub

Kamis, 2 Mei 2019 | 16:27 WIB
Tak Becus Turunkan Tiket, Rizal Kritik Kemenhub
Rizal Ramli
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Di depan ribuan buruh yang tergagung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Capres Prabowo Subianto menyebut Rizal Ramli sebagai calon menteri ekonomi.

Dalam acara Hari Buruh Sedunia pada 1 Mei 2019 (Mau Day) di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta Pusat, Prabowo dengan tegas menyebut mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli sebagai calon menteri ekonomi. "Hadir Rizal Ramli. Kalian tahu, kira-kira yang akan memimpin ekonomi kita," tegas Prabowo disambut tepuk tangan ribuan buruh.

Ya, boleh saja Prabowo punya keinginan namun tetap harus menunggu sampai 22 Mei 2019. Karena pada hari itu, KPU menetapkan siapakah pemenang pilpres 2019.

Sementara itu, Rizal Ramli menyoroti sengkarut laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) tbk. Di mana, pemerintahan Joko Widodo dinilai kurang paham dalam mengelola industri penerbangan di tanah air.

Saat ini, kata Rizal, industri penerbangan Indonesia tak lagi kompetitif, lantaran terjadi duopoly (pasar dikuasai dua maskapai besar). "Hari ini industri penerbangan pada dasarnya duopoly, yakni Garuda Grup dan Lion Group. Kalau duopoly, pemerintah kebijakannya harus jelas, karena kalau tidak yang dirugikan konsumen," ungkap Rizal.

Ia menjelaskan, banyak hal yang seharusnya dipahami pemerintah dalam hal ini kementerian perhubungan, terkait industri penerbangan. "Saat ini tiket price (Harga tiket-red) hampir naik 100% begitu juga dengan kargo. Dalam konteks duopoly industri sangat jelas berbeda dengan kompetitif industri," sambung Rizal.

Kata mantan menko ekuin di era Presiden Abdurrahman Wahid ini, pemerintah sebelumnya membuka pintu seluasnya bagi munculnya pemain baru di bisnis airlines. Tercipta iklim usaha yang pada akhirnya berpihak kepada konsumen.

"Muncul 6 pemain baru sekaligus. Ticket price turun perkilo meter per-passenger 60%, akhirnya apa? Yang tadinya rakyat biasa enggak bisa naik pesawat, akhirnya bisa naik pesawat. Bahkan, saat ini, total penumpang kita 7 kali dari pada tahun 1997, dan industri penerbangan kita bisa dikatakan terbesar di Asia," jelasnya.

Rizal menambahkan, saat ini, pemerintah masih menganggap industri penerbangan di Indonesia masih bersifat kompetitif. "Tetapi sekarang strukturnya beda, bukan kompetitif lagi tapi duopoly, pemerintah menganggap ini kompetitif, bisanya hanya menghimbau saja, kalau cuma menghimbau tiket enggak akan pernah turun," tukasnya. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x