Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 04:39 WIB

Triwulan I, Ekonomi Jokowi Hanya Tumbuh 5,07%

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 6 Mei 2019 | 12:54 WIB
Triwulan I, Ekonomi Jokowi Hanya Tumbuh 5,07%
Kepala BPS Suhariyanto - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kuartal I-2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,07%. Penopangnya konsumsi rumah tangga yang berkinerja positif.

"Pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh positif, terutama pada kelompok kesehatan dan pendidikan serta kelompok makanan dan minuman, selain restoran," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Senin (6/5/2019).

Dalam periode ini, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,01%. Lebih baik dari periode triwulan I-2017 dan triwulan I-2018 yang masing-masing tumbuh 4,94%.

Suhariyanto mengatakan, penjualan eceran mengalami pertumbuhan 8,1%. Terutama untuk penjualan makanan dan minuman dan perlengkapan rumah tangga, memberikan kontribusi kepada konsumsi domestik.

Kinerja konsumsi rumah tangga ini didukung nilai penjualan listrik PLN ke rumah tangga yang tumbuh 7,24%, serta nilai transaksi uang elektronik, kartu debit dan kartu kredit yang tumbuh 14,56%.

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2019 juga didukung oleh konsumsi pemerintah yang tumbuh 5,21%, karena adanya kenaikan realisasi belanja barang dan jasa serta belanja pegawai.

Pada periode sama di 2017 dan 2018, konsumsi pemerintah hanya tumbuh masing-masing 2,69% dan 2,71%. "Kenaikan realisasi terlihat di belanja barang dan jasa, belanja pegawai dan bantuan sosial tunai. Itu menyebabkan konsumsi pemerintah bergerak sangat bagus sekali," kata Suhariyanto.

BPS mencatat, realisasi belanja pemerintah di triwulan I-2019 mencapai Rp452,06 triliun, lebih tinggi ketimbang periode sama di 2018 sebesar Rp419,55 triliun.

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) ikut memberikan kontribusi kepada perekonomian pada triwulan I-2019, meski hanya tumbuh 5,03%. Pencapaian ini tidak jauh berbeda dibandingkan periode triwulan I-2017 sebesar 4,77% dan triwulan I-2018 sebesar 7,94%.

Sementara itu, ekspor terkontraksi pada triwulan I-2019 dengan tumbuh minus 2,08%; karena ekspor barang turun 1,7% dan ekspor jasa tumbuh minus 5,25%.

Kondisi serupa juga terjadi pada triwulan I-2017 ketika ekspor tercatat tumbuh negatif 8,36%; dan triwulan I-2018 terkontraksi 5,94%. "Ekspor barang tumbuh negatif, seiring dengan menurunnya harga komoditas dan penurunan permintaan beberapa negara mitra dagang," kata Suhariyanto.

Dalam triwulan I-2019, sektor pengeluaran yang tercatat tumbuh tinggi adalah konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) yaitu sebesar 16,93%, karena adanya aktivitas pemilu.

Meski demikian, kontribusi LNPRT kepada Produk Domestik Bruto (PDB) relatif kecil atau hanya sekitar 1,36%; dibandingkan konsumsi rumah tangga 56,82%; PMTB 32,17% maupun ekspor 18,48%. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x